Tenggak Miras Beracun Saat Libur Natal, 11 WN Filipina Tewas

CNN Indonesia | Rabu, 25/12/2019 22:06 WIB
Sebanyak 11 warga Filipina meninggal dan ratusan lainnya dirawat akibat keracunan minuman keras Lambanog. Ilustrasi. (Istockphoto/ South_agency)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 11 warga Filipina meninggal dan ratusan lainnya dirawat di rumah sakit akibat keracunan minuman keras hasil distilasi air kelapa, atau dijuluki Lambanog, saat masa liburan Natal 2019. Diduga hal itu terjadi akibat miras tersebut tercemar methanol.

Seperti dilansir CNN, Rabu (25/12), sekitar 300 penduduk dirawat di Provinsi Laguna dan Quezon akibat keracunan miras. Mereka mengeluh mulas, pusing dan muntah-muntah usai menenggak miras tersebut.
Di Kota Rizal, Laguna, dilaporkan 265 warga setempat dirawat akibat keracunan miras.

Lambanog biasanya mengandung kadar alkohol 40 persen sampai 50 persen. Miras ini sangat populer dan jumlah konsumsinya meningkat ketika memasuki masa liburan seperti saat ini.


Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Filipina, dari hasil uji ternyata miras itu mengandung methanol.

[Gambas:Video CNN]

"Kandungan methanol di Lambanog tersebut sangat tinggi sehingga menjadi racun bagi manusia. Methanol memang reaksi dalam proses distilasi, tetapi seharusnya kandungan zat itu dipisahkan," kata Menteri Kesehatan Filipina, Francisco T. Duque III.

Pemilik kilang lambanog terbesar, Fred Rey, dilaporkan sudah menyerahkan diri kepada polisi. Dia kemungkinan besar akan dijerat dengan sangkaan pembunuhan jamak dan membuat sejumlah orang sakit tanpa disengaja.

Penjualan lambanog di Laguna juga dihentikan sementara. Sedangkan Kota Rizal menyatakan status darurat akibat kasus keracunan miras tersebut.
BPOM Filipina sudah memperingatkan supaya proses fermentasi dan produksi lambanog harus sesuai prosedur guna menghindari keracunan. Mereka juga berkali-kali memperingatkan pembuat miras tersebut karena terdapat kandungan methanol. (ayp)