Seperti dilansir CNN, Rabu (25/12), sekitar 300 penduduk dirawat di Provinsi Laguna dan Quezon akibat keracunan miras. Mereka mengeluh mulas, pusing dan muntah-muntah usai menenggak miras tersebut.
Lambanog biasanya mengandung kadar alkohol 40 persen sampai 50 persen. Miras ini sangat populer dan jumlah konsumsinya meningkat ketika memasuki masa liburan seperti saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
"Kandungan methanol di Lambanog tersebut sangat tinggi sehingga menjadi racun bagi manusia. Methanol memang reaksi dalam proses distilasi, tetapi seharusnya kandungan zat itu dipisahkan," kata Menteri Kesehatan Filipina, Francisco T. Duque III.
Pemilik kilang lambanog terbesar, Fred Rey, dilaporkan sudah menyerahkan diri kepada polisi. Dia kemungkinan besar akan dijerat dengan sangkaan pembunuhan jamak dan membuat sejumlah orang sakit tanpa disengaja.
Penjualan lambanog di Laguna juga dihentikan sementara. Sedangkan Kota Rizal menyatakan status darurat akibat kasus keracunan miras tersebut.