Status Gunung Taal di Filipina Naik, Radius Evakuasi 14 Km

CNN Indonesia | Minggu, 12/01/2020 20:38 WIB
Status Gunung Taal di Filipina Naik, Radius Evakuasi 14 Km Ilustrasi erupsi gunung berapi. (ANTARA FOTO/Tibta Peranginangin).
Jakarta, CNN Indonesia -- Departemen Ilmu pengetahuan dan Teknologi Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Philippine Institute of Volcanology and Seismology Departement of Science and Technology/PHIVOLCS-DOST) memberikan peringatan naiknya level waspada erupsi pada Gunung Berapi Taal di Pulau Luzon, Filipina.

Level peringatan meningkat dari level 3 (pergerakan magma) menjadi level 4 (erupsi berbahaya segera terjadi) pada pukul 19.02 PST, Minggu (12/1).

Dikutip dari akun Twitter resmi @philvolcs-dost, terpantau sejak pukul 17.30 PST, aktivitas erupsi di kawah utama Gunung Taal meningkat. Kenaikan status terjadi akibat aktivitas vulkanik yang mengeluarkan fragment partikel yang sarat uap setinggi 10-15 kilometer disertai petir dan hujan abu basah di bagian wilayah utara gunung Taal.


Akibatnya hujan abu berimbas hingga ke kota Quezon.

Aktivitas getaran vulkanik terus terpantau sejak 11.00 siang PST dan tercatat terjadi dua kali gempa vulkanik berkekuatan M2.5 dan M3.9, Gempa termasuk dalam kategori intensitas III hingga getaran dapat dirasakan di beberapa kota seperti Tagaytay dan Alitagtag. Sedangkan di Batangas terjadi pada pukul 18.15 PST dan 18.22 PST.

Melihat hal tersebut, saat ini PHIVOLCS-DOST menaikkan status peringatan erupsi Gunung Taal dari level waspada 3 menjadi level waspada 4. Itu berarti kemungkinan letusan dengan kekuatan besar bisa terjadi dalam beberapa jam atau hari.

PHIVOLCS-DOST menegaskan kembali untuk mengevakuasi seluruh warga yang tinggal di sekitar Gunung Taal, yaitu yang berjarak radius 14 km dari kawah utama Gunung Taal.

Selain itu waspada perlu ditingkatan di daerah pemukiman warga bagian utara gunung, karena diperkirakan akan terdampak hujan abu basah yang berkepanjangan. PHIVOLCS-DOST mewajibkan kepada otoritas penerbangan sipil untuk menghindari penerbangan yang lewat sekitar gunung berapi Taal.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Bandara Internasional Ninoy Aquino di Manila, Filipina menunda seluruh penerbangan dari dan menuju bandara pada Minggu (12/1). Penundaan ini dilakukan menyusul kenaikan status Gunung Berapi Taal di Pulau Luzon, Filipina dari siaga 2 ke siaga 3.

PHIVOLCS-DOST mengatakan curah hujan juga dialami di sektor barat daya Taal, meliputi Kota Tagaytay, Laguna, Cavite, dan Muntinlupa.

Sementara Departemen Kesehatan Filipina memberi peringatan soal bahaya paparan abu yang dapat mengganggu kesehatan sehingga menyarankan masyarakat untuk tetap tinggal di dalam rumah dan menggunakan masker debu dan kacamata untuk perlindungan ketika pergi ke luar.

Hingga sata ini, PHIVOLCS-DOST terus memantau kegiatan magma erupsi dan akan selalu mengabarkan perkembangan kepada warga Filipina.

(khr/sfr)