Pasukan Suriah Kembali Gempur Pemberontak, 18 Warga Tewas

CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 22:29 WIB
Pasukan Suriah Kembali Gempur Pemberontak, 18 Warga Tewas Ilustrasi pemberontak Suriah. Pasukan Suriah kembali menyerang pemberontak di Idlib hingga menewaskan 18 warga sipil. (AFP PHOTO / OMAR HAJ KADOUR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan Suriah dilaporkan kembali menyerang wilayah kelompok pemberontak di Provinsi Idlib Sejak Rabu (15/1) lalu. Serangan dari darat dan udara itu menewaskan 18 warga sipil.

Seperti dilansir AFP, Jumat (17/1), baku tembak terus terjadi di Idlib, meski Rusia dan kelompok pemberontak yang didukung Turki sudah sepakat untuk melakukan gencatan senjata.


"Pertempuran terus terjadi sejak Rabu malam di sebelah selatan Kota Maaret al-Numan, termasuk dengan serangan bom padahal Rusia dan Turki sudah sepakat gencatan senjata," kata Kepala Observatorium Hak Asasi Suriah, Rami Abdel Rahman.


Dalam pertempuran itu, sekitar 22 pemberontak dilaporkan meninggal. Sebagian besar adalah anggota kelompok Hayat Tahrir al-Sham.

Kelompok itu menampung mantan milisi yang terkait dengan Al-Qaidah di Suriah. Sebanyak 17 prajurit dan milisi pro pemerintah juga tewas dalam pertempuran tersebut.

Di Kota Idlib, sebanyak 18 warga sipil meninggal akibat serangan udara pasukan Rusia dan Suriah.

Perang saudara di Suriah sudah berlangsung selama sembilan tahun. Badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah (OCHA) menyatakan dari data mereka pada 1 Desember 2019 tercatat ada sekitar 350 ribu warga Suriah yang mengungsi akibat peperangan.


Saat ini Suriah memasuki musim dingin dan semakin menyulitkan para pengungsi. PBB menyatakan akan tetap mengirim bantuan untuk warga Suriah di Idlib.


Bom mobil

Bom mobil meledak di kawasan utara Suriah yang dikuasai pasukan Turki. Tiga prajurit meninggal dalam kejadian tersebut.

Ledakan itu terjadi Kamis malam kemarin waktu setempat. Saat itu mereka sedang melakukan pemeriksaan di kawasan yang dikuasai pasukan dan milisi pro Turki.

Sampai saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pasukan Turki menyerbu kawasan utara Suriah untuk memukul mundur Pasukan Pelindung Warga Kurdi Suriah (YPG). Mereka dianggap terkait dengan pemberontak Kurdi di selatan Turki.

[Gambas:Video CNN]

Tercatat sudah 20 orang prajurit Turki yang meninggal dalam peperangan melawan etnis Kurdi di Suriah sejak Oktober 2019. YPG tadinya adalah sekutu AS untuk memerangi kelompok Negara Islam (ISIS).

Akan tetapi, AS memutuskan menarik pasukan dari Suriah dan membiarkan YPG menghadapi pasukan Turki. (ayp/ayp)