Temui Ma'ruf, Dubes AS Bahas Perdamaian dengan Iran

CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 13:42 WIB
Temui Ma'ruf, Dubes AS Bahas Perdamaian dengan Iran Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan berpamitan kepada Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin jelang akhir masa tugas. (CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan berpamitan kepada Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin jelang akhir masa tugas pada Februari mendatang.

Dalam pertemuan itu, Donovan dan Ma'ruf sempat membahas soal ketegangan AS-Iran dan solusi perdamaian. 


"Kami membahas secara umum mengenai perdamaian dan pentingnya kerja sama, tidak menyentuh isu spesifik," ujar Donovan di kantor wakil presiden, Jakarta, Jumat (17/1).


Donovan membicarakan penguatan hubungan ekonomi AS-Indonesia. Ia dan Ma'ruf sepakat mencegah masuknya ekstremisme ke dua negara. 

"Kami juga membahas pentingnya memperkuat hubungan perdagangan dan ekonomi antar-kedua negara dan melawan ekstremis kekerasan di dua negara," katanya. 



Dia juga menyinggung rencana peningkatan investasi AS di Indonesia. Namun ia tak memperinci lebih lanjut besaran investasi  tersebut. Rencana ini merupakan tindak lanjut kunjungan US International Development Finance Corporation ke Indonesia beberapa waktu lalu. 
[Gambas:Video CNN]
"Minggu lalu ada kepala dari DFC ke Indonesia, disebutkan dalam kunjungan itu bahwa AS akan meningkatkan jumlah besar investasi di Indonesia," ucapnya. 

Donovan pun berpamitan pada Ma'ruf dan berharap Indonesia-AS dapat terus bekerja sama di berbagai bidang pada masa datang. Ia juga mengucapkan selamat kepada Ma'ruf yang telah terpilih sebagai wapres mendampingi periode kedua Presiden Joko Widodo.

"Saya bertemu bapak wapres mengucapkan selamat kepada beliau sebagai wakil presiden dan saya ingin pamit karena akan kembali ke AS menyelesaikan tugas pada pertengahan Februari," tuturnya.


Hubungan AS-Iran terus memanas setelah Washington meluncurkan serangan drone yang menewaskan jenderal Qasem Soleimani, di Irak pada 3 Januari lalu.

Serangan itu dikhawatirkan memicu perang terbuka antara AS dan Iran. Teheran bersumpah akan membalas kematian Soleimani dengan beberapa kali meluncurkan belasan roket dan rudal ke sejumlah basis militer dan kedutaan AS di Irak.

Namun, hujanan rudal dan roket itu meleset tanpa menyebabkan kerusakan dan korban yang berarti dari pihak AS. Terakhir kekhawatiran terjadi perang terbuka antara AS-Iran sedikit mereda setelah Presiden Donald Trump menyatakan mundur dari konflik. (psp/dea)