Dubes Iran Akui Tak Ingin Memulai Perang dengan AS

CNN Indonesia | Selasa, 21/01/2020 14:32 WIB
Dubes Iran Akui Tak Ingin Memulai Perang dengan AS Ilustrasi bendera Iran. (Kena Betancur / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Azad mengatakan sampai kapan pun negara mereka tak ingin dan tak akan memulai perang dengan Amerika Serikat.

Konflik antara Iran dan AS yang semakin memanas usai kematian Mayor Jenderal Qasem Soleimani dikhawatirkan sejumlah pihak bakal memicu perang terbuka.

"Tentu Iran tidak akan ingin berperang, tidak akan ingin mulai berperang," kata Azad usai bertemu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (21/1). 

Untuk saat ini, kata dia, Iran telah memberikan respons tegas kepada AS. Menurut Azad, pihak AS pun telah menerima pesan tegas tersebut. 


Iran, kata Azad, akan tetap bertahan dari berbagai serangan yang dilancarkan oleh Amerika terhadap negaranya. Apalagi saat ini Iran tengah mengalami serangan ekonomi. 

[Gambas:Video CNN]


"Seperti yang diketahui Iran ditekan secara perekonomian yang luar biasa yang kami namakan terorisme perekonomian, begitu juga Iran diserang oleh Amerika Serikat, Mayjen Soleiman telah diteror oleh mereka," katanya. 

Sebagai negara yang tak ingin memicu peperangan, Azad mengaku bahwa Iran tetap mengedepankan perdamaian, bahkan saat ini negara tersebut tengah mengadakan forum perdamaian di Teheran. 

"Dalam keadaan seperti ini juga Iran mengadakan sebuah forum dialog namanya Teheran dialog forum yang mengajak kerja sama seluruh negara-negara kawasan untuk memelihara keamanan dan perdamaian," kata dia.

Hubungan AS-Iran terus memanas setelah Washington meluncurkan serangan drone yang menewaskan Qasem Soleimani, di Irak pada 3 Januari lalu.

Serangan itu dikhawatirkan memicu perang terbuka antara AS dan Iran. Teheran bersumpah akan membalas kematian Soleimani dengan beberapa kali meluncurkan belasan roket dan rudal ke sejumlah basis militer dan kedutaan AS di Irak.

Namun, hujan rudal dan roket itu meleset tanpa menyebabkan kerusakan dan korban yang berarti dari pihak AS. Terakhir kekhawatiran terjadi perang terbuka antara AS-Iran sedikit mereda setelah Presiden Donald Trump menyatakan mundur dari konflik. (tst/dea)