Kanada Terima Pemulangan Korban Pesawat Ukraina yang Jatuh

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 17:53 WIB
Kanada Terima Pemulangan Korban Pesawat Ukraina yang Jatuh Lokasi kecelakaan pesawat Boeing 737 milik Ukraina di Iran. (Foto: AP Photos/Mohammad Nasiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kanada menerima pemulangan jenazah warganya yang tewas dalam kecelakaan pesawat Boeing 737 milik maskapai Ukraine International Airlines yang ditembak jatuh di Iran.

Jenazah korban warga negara Kanada tiba pada Selasa (21/1). Atas permintaan keluarga, pemerintah tidak merilis nama jenazah para korban.

"Ada satu jenazah yang dipulangkan. Kami menghormati permintaan keluarga dan akan menjaga privasi mereka," ujar Menteri Luar Negeri Kanada, Francois-Philippe Champagne.


Pesawat milik Ukraina yang ditembak jatuh dua rudal Iran merenggut 176 penumpang dan awak kabin. Sekitar 57 korban diketahui sebagai warga Kanada.

Teheran sebelumnya menolak memulangkan korban kelahiran Iran, terlepas dari kewarganegaraan yang mereka pegang.

Rencana tersebut menuai kritik dari Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Ia berkeras meminta Iran untuk memulangkan korban yang memiliki keluarga di Kanada.

"Kami menyadari bahwa Irak tidak mengakui kewarganegaraan ganda, tetapi kami menghargai keinginan keluarga untuk melakukan prosesi pemakaman dengan prinsip Islam," ucap Trudeau seperti dilansir National Post.

[Gambas:Video CNN]

Kabar yang beredar mengatakan pejabat Iran mengintimidasi keluarga agar jenazah korban dimakamkan di Iran. Champagne mengatakan pemerintah akan turun tangan jika keluarga dipersulit saat hendak memulangkan jenazah.

Angkatan Bersenjata Iran mengakui tidak sengaja menembak maskapai Ukraina yang menewaskan seluruh penumpang dan kru. Pesawat tersebut sempat dikira sebagai pesawat musuh sehingga ditembak jatuh oleh dua rudal.

Laporan investigasi awal yang diunggah di situs resmi penerbangan sipil Iran pada Senin (20/1) malam mengonfirmasi dua rudal ditembakkan ke pesawat komersial Ukraina.

"Penyidik menemukan dua rudal Tor-M1 ditembakkan ke pesawat," tulis laporan tersebut seperti dikutip dari AFP.

Pernyataan tersebut mengonfirmasi laporan The New York Times yang mengungkap dua ridal Iran ditembakkan ke langit sebelum mengenai pesawat Ukraina. Laporan berupa rekaman video menunjukkan dua rudal ditempakkan secara terpisah dengan jeda 30 detik.

Proses penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap seberapa besar dampak hantaman rudal terhadap kecelakaan pesawat tersebut.

Tor-M1 merupakan sistem rudal jarak dekat-ke-udara yang dikembangkan oleh Uni Soviet untuk menargetkan pesawat atau rudal jelajah. (evn/evn)