Tanah Longsor dan Banjir Rendam Selandia Baru

CNN Indonesia | Kamis, 06/02/2020 02:33 WIB
Tanah longsor dan banjir hebat merendam kawasan perumahan dan tempat wisata di Milford Sound, selatan Selandia Baru pada Rabu (5/2). Tanah longsor dan banjir merendam kawasan selatan Selandia Baru bagian selatan. (Foto: Newshub via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir hebat merendam kawasan perumahan dan tempat wisata di Milford Sound, selatan Selandia Baru pada Rabu (5/2). Ratusan turis saat dilaporkan sempat terdampar di Millford Sound.

Banjir terjadi setelah curah hujan lebih dari 1.000 mm terjadi dalam waktu 60 jam terakhir. Hujan deras juga memicu tanah longsor dan debit air sungai meluap.

Pemerintah setempat mengatakan mulai Rabu pagi warga di dataran rendah seperti Gore dan Mataura mengungsi ke daerah hilir seperti di Wyndham. Sungai Mataura yang melintasi dua kawasan tersebut meluap.


"Kami telah mengeluarkan imbauan untuk mengungsi dan mempersiapkan diri untuk mengevakuasi sekitar 6.000 orang di seluruh wilayah," kata juru bicara Manajemen Darurat Southland (EMC) seperti mengutip AFP.

Warga diimbau untuk turut membawa pakaian, dokumen penting, dan obat-obatan selama mengungsi.

[Gambas:Video CNN]
Pemerintah memastikan aliran listrik di daerah yang terendam banjir telah dimatikan.

Warga diimbau untuk mengungsi ke gereja dan sekolah-sekolah yang berada di tempat lebih tinggi.

Sementara wisatawan disebut sudah mulai dievakuasi. Sekitar 200 wisatawan telah diterbangkan dari jalur pendakian populer tersebut.

"Para wisatawan telah dievakuasi dengan baik," ujarnya.

Sejauh ini dilaporkan dua orang mengalami luka ringan setelah tanah longsor mengenai sebuah bangunan di Routeburn.

Kedua korban luka-luka telah mendapat perawatan di sekitar lokasi kejadian. (AFP/evn)