Sidang Korupsi Netanyahu Digelar 17 Maret

CNN Indonesia | Kamis, 20/02/2020 14:09 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menjalani sidang perdana kasus korupsi pada 17 Maret 2020. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Gali Tibbon/Pool via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menjalani sidang perdana kasus korupsi pada 17 Maret 2020. Sidang itu digelar dua pekan setelah Israel menggelar pemilu ulang.

Kementerian kehakiman mengatakan hakim Rivka Friedman-Feldman akan membacakan dakwaan di pengadilan di Yerusalem.

Dikutip dari AFP, persidangan kemungkinan akan memakan waktu bertahun-tahun, termasuk dengan proses banding.



Netanyahu akan menjadi perdana menteri terlama dan pertama Israel yang didakwa kasus suap, penipuan, serta pelanggaran kepercayaan. Namun dia membantah semua tuduhan itu.

Hukum Israel menyatakan menteri yang terlibat kasus pidana harus mengundurkan diri. Tetapi aturan tersebut tidak berlaku bagi perdana menteri. Itu artinya Netanyahu dapat terus menjabat jika partai Likud kembali memenangkan kursi.

[Gambas:Video CNN]

Netanyahu dituduh tiga skandal termasuk menerima suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.

Pria 70 tahun itu dituduh menerima ratusan ribu dolar sampanye dan cerutu dari miliarder Arnon Milchan dan James Packer yang diperkirakan senilai US$200 ribu.


Tuduhan lainnya yakni 'Kasus 4000' yang membuat Netanyahu menggunakan kekuatannya untuk meloloskan peraturan bagi bisnis telekomunikasi milik Shaul Elovitch. Sebagai imbalannya, Netanyahu mendapat pencitraan positif di situs berita Bezeq.

Sementara Israel kembali menggelar pemilu pada 2 Maret setelah Netanyahu gagal membentuk koalisi dalam pemerintahan karena gagal meraih suara mayoritas di parlemen. Netanyau dan pesaingnya, Benny Gantz, sama-sama meraih suara imbang dalam pemilu yang digelar September tahun lalu. (dea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK