Australia-Malaysia Turut Berduka Atas Kepergian Ibunda Jokowi

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 10:24 WIB
Australia-Malaysia Turut Berduka Atas Kepergian Ibunda Jokowi Suasana di rumah duka setelah kabar meninggalnya ibunda Jokowi pada Rabu (25/3). (Foto: ANTARA FOTO/Maulana Surya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Negara tetangga, Malaysia dan Australia menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo pada Rabu (25/3).

Sujiatmi meninggal di usia 77 tahun di Surakarta pada pukul 16.45 WIB. Ibunda Jokowi meninggal setelah berjuang melawan penyakit kanker tenggorokan yang diidapnya selama beberapa tahun terakhir.

"Saya dan seluruh rakyat Malaysia ingin mengucapkan takziah dan turut berdukacita di atas pemergian Almarhumah yang sudah tentu merupakan kehilangan besar kepada Bapak Presiden dan seluruh rakyat Indonesia," tulis PM Malaysia, Muhyiddin Yassin melalui akun Twitter pribadinya.




Serupa dengan Muhyiddin, Australia melalui duta besarnya di Jakarta, Gary Quinlan, juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada Jokowi melalui akun Twitternya. 

"Duka cita mendalam dari saya, pemerintah, dan warga Australia bagi Presiden @Jokowi dan keluarganya terkait kabar yang sangat menyedihkan soal kepergian ibunda, Sujiatmi Notomihargo. Turut berduka cita," tulis Quinlan.



Jokowi langsung terbang ke Surakarta, Solo, pada Rabu petang tak lama setelah mendengar kabar duka tersebut didampingi oleh anggota keluarga, Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

[Gambas:Video CNN]

Dalam jumpa pers di rumah duka, Jokowi menyebut bahwa sang ibunda telah empat tahun terakhir mengidap kanker tenggorokan.

Selama ini, kata Jokowi, sang ibu melakukan perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Proses pemakaman dijadwalkan akan dilakukan di pemakaman keluarga di Gondang, Karanganyar, Jawa Tengah, hari ini sekitar pukul 13.00 WIB.

Jokowi meminta warga untuk tak berbondong-bondong melayat sang ibu di tengah situasi penyebaran pandemi virus corona. Ia juga meminta para menteri kabinetnya untuk tetap di Jakarta dan fokus melaksanakan tugas masing-masing. (rds/evn)