Oposisi Kritik Kabinet Gemuk PM Malaysia

CNN Indonesia | Kamis, 12/03/2020 03:24 WIB
Koalisi Pakatan Harapan (PH) mengkritik jumlah jabatan di dalam kabinet PM Malaysia Muhyiddin Yassin yang dianggap terlalu besar. Koalisi Pakatan Harapan (PH) mengkritik jumlah jabatan yang bertambah di dalam kabinet PM Malaysia Muhyiddin Yassin yang dianggap terlalu besar. (Maszuandi Adnan/Malaysia's Department of Information via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koalisi Pakatan Harapan (PH) yang terlempar dari lingkar kekuasaan di Malaysia mengkritik penambahan jumlah jabatan di dalam kabinet baru yang dibentuk Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dan koalisi Perikatan Nasional.

Mereka menyindir hal itu dilakukan sebagai bentuk bagi-bagi jabatan di kabinet terhadap para tokoh politik oposisi yang menumbangkan kekuasaan PH pada Februari lalu.


"Ada 70 posisi termasuk perdana menteri dalam kabinet saat ini, dibandingkan dengan 55 jabatan di dalam pemerintahan PH. Ini adalah contoh di mana banyak orang mendapat jatah di kabinet," kata politikus Partai Amanah Negara (Amanah), Khalid Abdul Samad, melalui pernyataan seperti dilansir Channel NewsAsia pada Rabu (11/3).


Mantan Menteri Wilayah Federal Malaysia yang juga anggota parlemen dari Shah Alam itu mengatakan membengkaknya jumlah jabatan di kabinet baru memperlihatkan Yassin mencoba memuaskan para partai di koalisi baru tersebut.

"Kabinet itu terlalu besar. Tidak baik bagi negara ini. Saya pikir seharusnya mereka berbagi kursi di kabinet untuk seluruh partai pendukung Muhyiddin Yassin," kata politikus Amanah lainnya, Salahuddin Ayub.

Khalid juga mengatakan kabinet Yassin tidak mencerminkan keberagaman etnis seperti yang dilakukan PH. Sedangkan menurut anggota parlemen fraksi Partai Keadilan Rakyat (PKR) dari Lembah Pantai, Fahmi Fadzil, mengatakan kabinet saat ini juga tidak terlalu banyak memberi ruang bagi politikus perempuan.

[Gambas:Video CNN]

"Kenyataannya ada 50 persen perempuan di Malaysia. Bagaimana mungkin 13 persen perempuan yang duduk di kabinet bisa mewakili 50 persen perempuan dari total penduduk negara ini?," ujar Fadzil.

Kabinet Yassin dilantik pada Selasa kemarin di Istana Melawati. Dia berkuasa setelah menyatakan partainya, Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), keluar dari koalisi PH dan memilih bergabung dengan oposisi Barisan Nasional.

Akibatnya adalah perdana menteri yang tengah berkuasa, Mahathir Mohamad, memutuskan mengundurkan diri karena pemerintahan kurang dukungan di parlemen.

Raja Malaysia, Yang-di-Pertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin al-Bustafa Billah Shah, menunjuk Yassin sebagai pengganti Mahathir. Dia dilantik di Istana Negara, pada 1 Maret lalu.


Dua mantan anggota koalisi Pakatan Harapan, Azmin Ali dan Zuraida Kamaruddin, diajak masuk ke dalam kabinet Yassin. (ayp/ayp)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK