Raja Malaysia Buka Suara Usai Mahathir Ajukan Mosi ke PM

CNN Indonesia | Senin, 18/05/2020 21:58 WIB
The incoming 16th King of Malaysia, the sixth Sultan of Pahang, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Sultan Ahmad Shah Al-Musta'in Billah (R) and Malaysia's Prime Minister Mahathir Mohamad (L) pray during the welcoming ceremony at the Parliament House in Kuala Lumpur on January 31, 2019. (Photo by MOHD RASFAN / AFP) Raja Malysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah. (AFP Photo/Mohd Rasfan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah meminta para anggota legislatif untuk tidak menyeret negara ke dalam ketidakpastian politik usai mantan perdana menteri Mahathir Mohamad, mengajukan mosi tidak percaya terhadap penerusnya, PM Muhyiddin Yassin.

Hal itu diungkapkan dalam sidang perdana parlemen sejak pergantian pemerintahan baru, Senin (18/5). Sidang perdana parlemen kali ini berbeda lantaran hanya berisikan agenda mendengarkan pidato sang sultan.

"Saya ingin menasihati untuk tidak menyeret negara ini lagi ke dalam krisis politik baru terutama saat masyarakat menghadapi kesulitan dan masa depan yang tidak pasti akibat pandemi virus corona (Covid-19)," kata Sultan Abdullah dalam pidato saat membuka sidang perdana parlemen.



"Karena alasan ini lah pemerintahan saya telah memutuskan untuk menggelar rapat parlemen sebagai satu-satunya agenda rapat," ujarnya menambahkan.

Permintaan mosi tidak percaya tersebut telah diterima ketua parlemen. Sebelumnya, Ketua Parlemen Mohamad Ariff Md Yusof mengatakan mosi itu akan dibahas oleh pihaknya. Namun, ia tidak menyebutkan kepastian jadwal.

Ariff mengaku mendapat dua mosi dari Mahathir, pada 4 Mei. Pertama, mosi di bawah Perintah Tetap Dewan atau Standing Order 4 untuk membuat keputusan bahwa Ketua Parlemen tetap dipertahankan sampai Parlemen dibubarkan.

Kedua, mosi di bawah Standing Order 27 ayat (3) bahwa Muhyiddin tidak memerintah dengan dukungan mayoritas Dewan Rakyat.

Dilansir the Straits Times, sesi rapat parlemen baru ini semula dijadwalkan berlangsung selama 15 hari. Pihak oposisi sempat mengkritik keputusan pemerintah untuk melarang debat dalam rapat perdana parlemen hari ini. 

Oposisi menuding PM Muhyiddin dari koalisi Perikatan Nasional (PN) khawatir rapat untuk mendiskusikan mosi tidak percaya membahayakan posisi mayoritas koalisi di parlemen.

Dalam pidatonya hari ini, Sultan Abdullah mengungkapkan keputusannya menunjuk Muhyiddin sebagai pengganti Mahathir pada Februari lalu.

"Bentang politik terguncang oleh pengunduran diri PM (Mahathir Mohamad). Saya memintanya (Mahathir) untuk tidak mundur tetapi dia tegas dengan keputusannya. Saya sedih tetapi saya harus menghormati keputusannya. Jadi saya bertanggung jawab untuk menunjuk PM baru," ucap Sultan Abdullah.

"Krisis politik tidak bisa dibiarkan berlanjut tanpa akhir. Setelah proses yang sejalan dengan konstitusi, saya menemukan bahwa Muhyiddin Yassin memimpin mayoritas suara di Dewan Rakyat," ujarnya.

Sementara itu, dalam jumpa pers yang digelar usai rapat parlemen perdana dan tersingkat dalam sejarah Malaysia hari ini, Mahathir mengkritik penyelenggara sidang yang sangat membatasi anggota untuk berpendapat.

"Kami tidak dapat menerima alasan bahwa karena pandemi kami hanya diperbolehkan duduk selama dua jam untuk rapat," kata Mahathir.

Mahathir menuturkan jika orang bisa mulai bekerja normal, berbelanja, dan makan di luar dalam situasi penerapan perintah pembatasan pergerakan (MCO), maka anggota parlemen pun harus diizinkan untuk duduk rapat dan bersidang.

"Bahkan majelis legislatif Sabah bertemu selama tiga hari. Berapa banyak orang yang sakit? Parlemen adalah wadah untuk berbicara tapi kami tidak diizinkan untuk mengeluarkan pendapat. Ini akan menjadi akhir dari demokrasi jika kita tidak bisa berbicara sebagai wakil rakyat," ujar Mahathir.

Mahathir mundur dari kursi PM setelah Muhyiddin, yang merupakan tokoh Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), memutuskan mencabut dukungan dan keluar dari koalisi Pakatan Harapan. Akibatnya, Mahathir kekurangan dukungan di parlemen dan diharuskan menggelar pemilihan umum. (rds/dea)

[Gambas:Video CNN]