Trump Bela Polisi yang Tembak Warga Kulit Hitam Atlanta

CNN, CNN Indonesia | Kamis, 18/06/2020 17:45 WIB
President Donald Trump gives a thumbs-up while walking across the tarmac as he boards Air Force One at Morristown Municipal Airport, Sunday, June 14, 2020, in Morristown, N.J. Trump is returning to Washington. (AP Photo/Alex Brandon) Presiden AS Donald Trump. (Foto: AP/Alex Brandon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menganggap penembakan terhadap warga kulit hitam bernama Rayshard Brooks oleh polisi Atlanta merupakan "insiden yang mengerikan".

Namun, Trump juga mengatakan warga "tidak bisa melawan atau kabur dari polisi".

"Peristiwa yang terjadi kemarin-kemarin ini saya pikir adalah situasi yang mengerikan, tetapi Anda tidak bisa melawan seorang polisi meski memiliki perbedaan. Sangat menyedihkan," kata Trump kepada Fox, Rabu (17/6).


Brooks tewas akibat tembakan petugas polisi saat berusaha kabur dari aparat. Insiden bermula ketika polisi menerima laporan bahwa ada seorang pria tidur di dalam mobil yang terparkir di area drive-thru restoran cepat saji Wendy's di Atlanta pada malam Jumat pekan lalu.

Biro Investigasi Georgia (GBI) menuturkan aparat lalu bergegas menuju lokasi dan mendapati Brooks tengah terlelap di dalam mobilnya. Polisi lalu melakukan tes kesadaran diri terhadap Brooks.

Dia dinyatakan mabuk dan menolak untuk ditangkap hingga terlibat perkelahian. Brooks berhasil lolos dan mencoba kabur sambil membawa alat kejut listrik atau taser yang dipegang salah satu petugas.

Belum jauh kabur, salah satu petugas yang mencoba menangkapnya melontarkan tembakan sebanyak tiga kali ke arah Brooks.

[Gambas:Video CNN]

Saksi mata mengatakan Brooks masih bernapas ketika terbaring di tanah. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia di sana.

Seorang penyelidik untuk pemeriksaan medis menuturkan hasil autopsi Brooks menunjukkan bahwa pria 27 tahun itu meninggal akibat kehabisan darah dan cedera organ dalam yang disebabkan dua tembakan. Kematian Brooks pun dinilai sebagai pembunuhan.

Trump merasa risih saat melihat rekaman penangkapan Brooks yang berujung penembakan. Ia mengatakan situasi saat itu sangat tidak terkontrol.

"Anda harus benar-benar melihat (videonya). Anda benar-benar melihat situasi itu tidak terkendali," kata Trump seperti dilansir CNN.

Meski begitu, Trump menyatakan bahwa penyelidikan dan proses hukum kasus kematian Brooks harus dilakukan dengan adil baik bagi sang korban maupun aparat yang terlibat.

Sejauh ini, dua petugas polisi yang menangkap Brooks sudah dipecat. Satu petugas yang menembak Brooks, Garrett Rolfe, pun sudah didakwa terkait perbuatannya itu

"Saya berharap dia (polisi) mendapat perlakuan yang adil karena polisi kerap tak diperlakukan adil di negara kita ini," kata Trump.

(rds/evn)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK