WHO Dukung Arab Saudi Gelar Ibadah Haji Terbatas

CNN Indonesia | Kamis, 25/06/2020 19:51 WIB
World Health Organization (WHO) Director-General Tedros Adhanom Ghebreyesus speaks during a press conference following a WHO Emergency committee to discuss whether the Coronavirus, the SARS-like virus, outbreak that began in China constitutes an international health emergency, on January 30, 2020 in Geneva. - The UN health agency declared an international emergency over the deadly coronavirus from China -- a rarely used designation that could lead to improved international co-ordination in tackling the disease. (Photo by FABRICE COFFRINI / AFP) Direktur Jenderal WHO, dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus. (FABRICE COFFRINI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memuji keputusan Kerajaan Arab Saudi yang tetap menggelar ibadah haji tahun ini secara terbatas, di tengah kondisi pandemi virus corona (Covid-19).

Menurut Direktur Jenderal WHO, dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, dia berterima kasih dan mendukung keputusan Arab Saudi


"Kami memahami bahwa ini bukanlah keputusan yang mudah, dan kami juga mengerti ini akan mengecewakan seluruh umat Muslim yang ingin beribadah haji tahun ini. Ini adalah contoh pengambilan keputusan sulit yang dilakukan oleh banyak negara demi mengedepankan kesehatan masyarakat," ujar Tedros dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss, seperti dilansir AFP, Kamis (25/6).

Arab Saudi menyatakan mereka hanya akan menggelar ibadah haji dengan membatasi jumlah sampai 1.000 orang. Mereka yang boleh menunaikan ibadah haji adalah penduduk setempat dan orang asing yang sudah berada di Arab Saudi sebelum aturan itu dibuat.

Dalam kondisi normal, ada sekitar 2,5 juta umat Muslim yang menunaikan ibadah haji setiap tahun.

Tedros mengatakan keputusan yang diambil Saudi berdasarkan evaluasi tingkat risiko dan analisis dari berbagai macam skenario, yang sejalan dengan panduan yang ditetapkan WHO untuk menjaga keselamatan jemaah calon haji dan mencegah penyebaran infeksi Covid-19.


"Meski sejumlah negara mulai membuka kembali aktivitas sosial dan ekonomi, yang menjadi tantangan adalah bagaimana menjamin keamanan dan keselamatan kegiatan yang melibatkan kerumunan orang banyak . Hal ini termasuk salah satu dari kegiatan keramaian terbesar di dunia, yakni ibadah haji," ujar Tedros.

Menteri Kesehatan Arah Saudi, Tawfiq al-Rabiah juga menjelaskan ibadah haji hanya dilakukan untuk jemaah berusia di bawah 65 tahun dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis. Jemaah akan dites Covid-19 sebelum memasuki Mekkah dan harus menjalani karantina setelah ibadah.

Kondisi kesehatan seluruh jemaah akan terus dimonitor setiap hari selama penyelenggaraan haji berlangsung.


[Gambas:Video CNN]

Seluruh jemaah haji patut menerapkan jaga jarak selama melaksanakan seluruh kegiatan ibadah haji.

Setelah proses ibadah haji selesai, seluruh jemaah pun diwajibkan melakukan karantina mandiri.

(AFP/ayp)