KILAS INTERNASIONAL

Pangeran Saudi Meninggal hingga Surat Penangkapan Trump

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 06:32 WIB
A man walks up to the Royal Court as US Secretary of State Mike Pompeo meets with Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman in Riyadh, on October 16, 2018. - Pompeo held talks with Saudi King Salman seeking answers about the disappearance of journalist Jamal Khashoggi, amid US media reports the kingdom may be mulling an admission he died during a botched interrogation. (Photo by LEAH MILLIS / POOL / AFP) Seorang pangeran Arab Saudi meninggal. (Foto: LEAH MILLIS / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah peristiwa terjadi pada Senin (29/6) yang dirangkum dalam kilas internasional, termasuk kabar meninggalnya pangeran Arab Saudi hingga Iran mengeluarkan surat penangkapan terhadap Trump.

Pangeran Arab Saudi Meninggal Dunia

Kerajaan Arab Saudi mengumumkan bahwa salah satu pangeran meninggal dunia pada Minggu (28/6).


Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan Pangeran Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz bin Saud bin Faisal Al Saud akan dimakamkan di Riyadh pada Senin (29/6) waktu setempat.

Sementara itu Saudi24 menuliskan bahwa sang pangeran tutup usia setelah bergelut dengan penyakit. Hal itu diketahui berdasarkan orang terdekat. Namun tidak diketahui penyakit apa yang diderita.

Almarhum merupakan salah satu keturunan keluarga Al Saud, sesuai yang disematkan dalam nama lengkapnya. Almarhum pangeran adalah cucu raja dari putrinya Madawi Bint Abdulaziz.

Kapal China Tabrak Perahu Nelayan Filipina di LCS, 12 Hilang

Setidaknya 12 orang nelayan Filipina hilang setelah kapal kargo asing yang diduga berasal dari China menabrak kapal penangkap ikan setempat di sekitar Laut China Selatan pada Minggu (28/6) pagi.

Insiden itu terjadi sekitar 15 mil (24 kilometer) dari kota Paluan atau di lepas pantai barat laut provinsi Occidental Mindoro, seperti dilaporkan Inquirer.net dan Rappler.

Kedua media lokal itu mengutip pernyataan dari seorang penjaga pantai Filipina. Tetapi Iquirer melaporkan 12 orang hilang, sementara Rappler menyebut 12 kru kapal hilang plus dua karyawan lain dari perusahaan yang sama.

Berdasarkan laporan Rappler, kapal yang menabrak perahu nelayan itu adalah kapal kargo Cina. Sementara laporan Inquirer.net menyebut kapal itu ditandai di Hong Kong, yang merupakan wilayah semi-otonomi China.

"Ketika (tim) kami tiba di daerah itu, mereka masih melihat kapal penangkap ikan terbalik tetapi tidak menemukan siapa pun lagi," kata Commodore Leovegildo Panopio, komandan penjaga pantai di distrik Tagalog Selatan, seperti dikutip Inquirer.

Iran Keluarkan Surat Penangkapan Terhadap Donald Trump

Iran engeluarkan surat perintah penangkapan bagi Presiden AS Donald Trump. Surat perintah dikeluarkan terkait serangan pesawat tak berawak yang menewaskan  komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Qasem Soleimani pada Januari lalu.

Selain terhadap Trump, surat perintah penangkapan juga dikeluarkan untuk 35 orang lainnya yang dianggap negara tersebut terlibat dalam kematian Soleimani. Jaksa Agung Teheran Ali Alqasi Mehr mengatakan Trump berada di puncak daftar tokoh yang berada dalam surat perintah tersebut.

Mehr menyatakan Trump akan dituntut segera atas kasus pembunuhan tersebut setelah ia mundur atau tak menjadi presiden lagi. Sementara itu dikutip dari CNN.com,  untuk melaksanakan surat penangkapan tersebut, Iran telah meminta Interpol untuk mengeluarkan red notice atas 36 orang tersebut.

Tapi, kemungkinan Interpol tidak akan mengabulkan permintaan itu. CNN telah menghubungi Interpol untuk memberikan komentar. Soleimani  tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Bandara Internasional Baghdad pada Januari bersama dengan lima orang lainnya, termasuk Abu Mahdi al-Muhandis, wakil kepala Pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF) yang didukung Iran.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]