Korut Merasa Tak Perlu Melanjutkan Dialog dengan AS

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 04/07/2020 18:05 WIB
North Korean leader Kim Jong-Un attends the unveiling of two statues of former leaders Kim Il-Sung and Kim Jong-Il in Pyongyang on April 13, 2012. North Korea's new leader Kim Jong-Un on April 13 led a mass rally for his late father and grandfather following the country's failed rocket launch. AFP PHOTO/PEDRO UGARTE (Photo by PEDRO UGARTE / AFP) Selebaran dari pembelot yang menurut Korut berisi provokasi, belakangan ini membuat negara itu murka. (AFP/PEDRO UGARTE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara merasa tak perlu melanjutkan dialog dengan Amerika Serikat dan menganggap Presiden AS Donald Trump hanya menggunakan Korut sebagai alat politik.

Hal itu dinyatakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son Hui pada Sabtu (4/7), setelah mantan penasihat keamanan nasional AS John Bolton pada Kamis mengatakan Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan bertemu lagi dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un Oktober mendatang.

Sebelumnya, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in juga menyerukan pertemuan lain antara Kim dan Trump, dan menyatakan negaranya akan melakukan upaya untu mewujudkannya.


Namun Choe menepis kemungkinan pertemuan itu.

"AS keliru jika berpikir hal-hal seperti negosiasi masih akan berhasil untuk kita," kata Choe, seperti dikutip AFP.

Menurut Choe, Washington "menganggap dialog Korut-AS tak lebih dari alat untuk mengatasi krisis politik [di AS]."

Ia juga mengatakan bahwa Pyongyang sudah menyusun strategi untuk menangani ancaman jangka panjang dari AS.

Sementara itu, Bolton sebelumnya memang mengatakan bahwa Trump akan bertemu dengan Kim jika memang itu akan membantu peluang ia terpilih kembali dalam pemilu AS.

Dalam beberapa pekan terakhir, Korut berulang kali mengeluarkan ancaman akan melakukan langkah militer terhadap Korsel, hingga meledakkan kantor penghubung antar-Korea. 

Kemarahan Korut ini bermula dari selebaran yang diterbangkan oleh para pembelot Korut yang kini berada di Korsel. Selebaran ini, menurut Korut berisi provokasi dan kebencian terhadap Kim Jong-un, hingga yang terakhir berisi hinaan terhadap istri Kim.

(stu)

[Gambas:Video CNN]