AS Tolak Klaim China di Laut China Selatan, Tiongkok Panas

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 12:46 WIB
The Chinese national flag is seen on a flagpole in Beijing on August 8, 2016. 
Most of the five stars on the Chinese flags being used at medal ceremonies at the Rio Olympics are misaligned, officials said, prompting a diplomatic protest and online fury. / AFP PHOTO / STR Ilustrasi bendera China. (AFP PHOTO / STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

China menegaskan bahwa penolakan Amerika Serikat terhadap klaim Beijing di Laut China Selatan berpotensi memicu ketegangan di wilayah tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Kedutaan besar China di AS pada Selasa pagi dengan perlawanan.

China menganggap pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri AS menentang upaya China dan negara-negara ASEAN untuk menjaga stabilitas dan perdamaian Laut Cina Selatan.


Menurut kedutaan China, AS secara sembrono memutarbalikkan fakta objektif di Laut Cina Selatan dan Konvensi PBB tentang Hukum Laut UNCLOS.

"Mengubah Laut China Selatan menjadi situasi yang tegang, memprovokasi hubungan Tiongkok dengan negara-negara kawasan, dan menuduh China secara tidak masuk akal. Tiongkok sangat menentang hal ini," kata pernyataan kedubes China seperti dikutip dari CNBC, Selasa (14/7).

Sebelumnya AS menyatakan klaim China terhadap Laut China Selatan sebagai tindakan yang ilegal, terutama wilayah yang tumpang tindih dengan sejumlah negara Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyatakan AS menolak klaim sepihak China terhadap zona ekonomi eksklusif (ZEE) di lepas pantai Natuna, Indonesia.

"Amerika Serikat memperjuangkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Pompeo, Senin (13/7) dalam sebuah pernyataan di situs web Kementerian Luar Negeri.

"Kami ingin memperjelas bahwa klaim Beijing atas sumber daya alam di Laut Cina Selatan sepenuhnya ilegal, merupakani kampanye penindasan untuk mengendalikannya."

Laut China Selatan menjadi perairan rawan konflik setelah Beijing mengklaim hampir 90 persen wilayah di perairan itu.

Klaim China tersebut tumpang tindih dengan wilayah perairan dan ZEE sejumlah negara ASEAN seperti Filipina, Vietnam,Malaysia, dan Brunei.

Indonesia sendiri menegaskan tidak memiliki sengketa dengan China di Laut China Selatan. Namun, aktivitas sejumlah kapal ikan dan patroli China di ZEE Indonesia di sekitar Natuna semakin membuat khawatir Jakarta.

Meski bukan negara yang memiliki klaim wilayah di Laut China Selatan, AS kerap menentang manuver China di perairan yang dianggap Washington sebagai perairan internasional itu.

AS berupaya tetap menjadikan Laut China Selatan, jalur perdagangan internasional utama, sebagai perairan yang bebas dilalui siapa saja.

Angkatan Laut AS mengerahkan dua kapal induk untuk melakukan operasi dan latihan di kawasan itu pada 4 Juli, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Amerika.

Berdasarkan laporan CNN, latihan ini sudah direncanakan sejak lama, tapi memang jadwalnya bertepatan dengan China yang melakukan latihan di dekat kawasan sengketa di Kepulauan Paracel.

AS sendiri meminta China menghentikan latihan militer tersebut karena dianggap dapat membuat kawasan kian tidak stabil.

(dea/dea)

[Gambas:Video CNN]