Pemerintah Afganistan Mulai Bebaskan Narapidana Taliban

CNN Indonesia | Rabu, 02/09/2020 05:03 WIB
Pemerintah Afghanistan telah melanjutkan pembebasan kontroversial narapidana Taliban. Pemerintah Afghanistan telah melanjutkan pembebasan kontroversial narapidana Taliban.(Istockphoto/menonsstocks).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak berwenang Afghanistan telah melanjutkan pembebasan kontroversial narapidana Taliban.

Dikutip dari AFP, pembebasan ini dinilai sebagai langkah penting untuk memecahkan kebuntuan pembicaraan damai selama berbulan-bulan.

Negosiasi seharusnya dimulai pada Maret lalu. Namun, berulang kali ditunda ketika Taliban dan pemerintah Afghanistan bertengkar tentang pertukaran tahanan, termasuk ratusan pemberontak yang tangguh.


"Tahanan kami telah dibebaskan dan kami melihat ini sebagai langkah positif yang membuka jalan bagi dimulainya pembicaraan intra-Afghanistan," kata jurubicara Taliban Suhail Shaheen kepada AFP Selasa malam, (1/9).

Pejabat Taliban lainnya mengatakan 200 tahanan telah dibebaskan oleh Kabul sejak Senin (31/8).

Dia mengatakan sebagai imbalan atas tahanan mereka, para militan telah membebaskan empat komando Afghanistan yang telah ditahan.

Mereka menambahkan bahwa dua lagi akan dibebaskan pada Rabu (2/9).

"Tahanan yang tersisa akan dibebaskan dalam beberapa hari," katanya.

Delapan tahanan Taliban yang dibebaskan diarak di depan media lokal di Kandahar, benteng pemberontak.

Berdasarkan ketentuan kesepakatan AS-Taliban pada Februari, Kabul seharusnya membebaskan 5.000 militan dan Taliban dimaksudkan untuk membebaskan 1.000 tentara Afghanistan.

Kedua belah pihak memenuhi sebagian besar kewajiban mereka, tetapi Kabul telah menolak pembebasan 400 narapidana terakhir yang menurut Presiden Ashraf Ghani sendiri adalah bahaya bagi dunia.

Pada 9 Agustus, ribuan orang terkemuka Afghanistan menyetujui pembebasan 400 tahanan ini, termasuk banyak tahanan yang melakukan serangan brutal terhadap warga Afghanistan dan orang asing.

Pembebasan mereka ditentang oleh para pejabat di Paris dan Canberra karena mereka yang ada dalam daftar termasuk militan yang terkait dengan pembunuhan warga sipil dan pasukan Prancis dan Australia di Afghanistan.

Washington telah mendorong pembebasan para militan yang dipenjara.

(AFP/age)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK