Sekutu Putin Bantah Terlibat Skandal Pencucian Uang Fincen

RBK Rusia, AFP, CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 11:15 WIB
Arkady Rotenberg, miliarder sekaligus sekutu Presiden Vladimir Putin membantah tuduhan keterlibatannya pada skandal fincen, kasus pencucian uang. Miliarder Rusia Arkady Rotenberg. (Foto: AFP/ALEXANDER NEMENOV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Miliarder Rusia, Arkady Rotenberg membantah tuduhan bahwa ia terlibat dalam skandal pencucian uang Fincen. Sekutu Presiden Vladimir Putin itu juga mengabaikan sanksi yang menyebut jika ia menggunakan Bank Barlays untuk melakukan aksinya.

"Laporan mengenai) transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh pengusaha Rusia Arkady dan Boris Rotenberg melalui Bank Barclays yang berbasis di London tidak lebih dari (sekadar) omong kosong," kata seorang juru bicara kepada surat kabar bisnis RBK Rusia.

Arkady dan Boris Rotenber terkena sanksi pada tahun yang sama dan pada dasarnya melarang bank-bank di negara Barat untuk menjalin relasi bisnis dengan mereka.


Tuduhan terhadap dua bersaudara itu berasal dari investigasi yang dipimpin oleh 108 media internasional dari 88 negara.

Mengutip AFP, investigasi didasarkan pada ribuan laporan aktivitas mencurigakan (SAR) yang dikirimkan ke lembaga penegak hukum keuangan Departemen Keuangan Amerika Serikat, FinCEN, oleh bank-bank dari seluruh dunia.
 
Dokumen tersebut terkait dengan dana sebesar US$2 triliun atau sekitar Rp29,5 kuadriliun dalam transaksi antara 1999 dan 2017.
 
Dua bersaudara Rotenberg adalah teman masa kecil sekaligus mantan partner tanding judo Presiden Putin.

Selama Putin berkuasa, mereka hidup kaya dengan memenangkan kontrak konstruksi pemerintah, terutama menjelang Olimpiade Sochi pada 2014.
 
Perusahaan Arkady Rotenberg juga membangun jembatan yang menghubungkan semenanjung Krimea yang dianeksasi ke daratan Rusia oleh Moskow pada 2014.
 
Selain Rotenberg, investigasi itu juga menyebutkan nama taipan Rusia lainnya yang dekat dengan Kremlin, termasuk Oleg Deripaska dan Alishar Usmanov.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]