Kematian Corona di Dunia Tembus 1 Juta, AS Capai 200 Ribu

CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 12:08 WIB
Kematian akibat virus corona di dunia menembus angka 1 juta jiwa. Amerika Serikat memiliki jumlah kematian tertinggi dengan lebih dari 200 ribu. Ilustrasi kematian akibat virus corona. (AP/Anupam Nath)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kematian akibat virus corona di dunia menembus angka 1 juta jiwa. Berdasarkan penghitungan Wolrdometer, hingga Senin (28/9) corona telah merenggut 1.002.399 nyawa manusia dari berbagai penjuru dunia.

Amerika Serikat memiliki jumlah kematian tertinggi dengan lebih dari 200 ribu diikuti oleh Brasil, India, Meksiko, dan Inggris

Meski demikian, seperti dikutip dari AFP, sebagian orang masih menganggap angka kematian itu hanya sebagai statistik belaka.


Beda hal dengan seorang sopir truk di Italia, Carlo Chiodi (50) yang kehilangan dua orang tuanya karena virus tersebut. Rasa sesal di dasar hati seakan diam dan tak mau pergi.

"Yang sulit saya terima adalah saya melihat ayah saya berjalan keluar rumah, masuk ke ambulans, dan yang bisa saya katakan kepadanya hanyalah 'selamat tinggal'," katanya.

"Saya menyesal tidak mengatakan 'I love you' dan saya menyesal tidak memeluknya. Itu masih menyakitkan saya," ucap Carlo.

Pandemi corona telah merusak ekonomi dunia, mengobarkan ketegangan geopolitik, dan mempersulit kehidupan manusia mulai dari daerah kumuh India hingga kota terbesar di Amerika, New York.

Olahraga, hiburan secara langsung, dan perjalanan internasional pun ikut terhenti karena penggemar, penonton, dan penumpang transportasi terpaksa mendekam di rumah berbulan-bulan untuk menghindari penyebaran virus.

Saat ini para ilmuwan tengah berupaya menemukan vaksin corona. Di sisi lain pemerintah di berbagai negara tengah dalam dilema-antara memilih kesehatan atau ekonomi yang kian terpuruk karena pandemi.

Tidak bisa dipungkiri, pengendalian virus memperlambat penyebaran penyakit, tetapi merugikan ekonomi.

Badan Ekonomi dunia (IMF) awal tahun ini memperingatkan bahwa pergolakan ekonomi dapat menyebabkan "krisis yang tiada duanya" karena PDB dunia runtuh.

Eropa yang terpukul cukup parah oleh gelombang pertama, sekarang menghadapi lonjakan kasus lain. Paris, London dan Madrid yang sempat melonggarkan lockdown terpaksa harus kembali memberlakukannya.

Semua dipaksa kembali memperketat perbatasan kontrol untuk memperlambat infeksi yang mengancam rumah sakit yang kelebihan beban.

Melansir worldometer pada Senin (28/9) pukul 10.00, ada 33.304.668 orang di dunia yang terkonfirmasi positif corona.

Amerika Serikat, India, dan Brazil, Rusia, dan Kolombia menjadi negara posisis lima teratas penyumbang kasus.

Amerika Serikat dengan 7.321.343 kasus, India 6.073.348 kasus, Brasil 4.732.309, Rusia 1.151.438 kasus, dan Kolombia 813.056 kasus.

(ndn/dea)

[Gambas:Video CNN]