Kilas Internasional

Serangan Amoeba Pemakan Otak hingga Pemimpin Kuwait Meninggal

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 06:30 WIB
Texas darurat bencana usai ditemukan amoeba pemakan otak hingga pemimpin Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad meninggal, ramaikan berita internasional, Selasa. Amoeba Naegleria fowleri. (iStockphoto/Dr_Microbe)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Selasa (29/9). Mulai dari Texas darurat bencana usai ditemukan amoeba pemakan otak hingga pemimpin Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad meninggal dunia.

1. Texas Darurat Bencana Usai Ditemukan Amoeba Pemakan Otak

Pemerintah negara bagian Texas, Amerika Serikat menetapkan status darurat bencana usai bocah enam tahun meninggal karena terinfeksi amoeba pemakan otak.


Status darurat berlaku sejak Minggu (27/9) di wilayah Brazoria County, yang mencakup Lake Jackson.

Bocah itu meninggal dunia pada 8 September 2020 setelah terinfeksi amoeba pemakan otak yang memiliki nama Naegleria fowleri.

Seperti dikutip dari AFP, Juru Bicara Pemerintah Texas mengungkapkan bahwa Nagleria fowleri ditemukan pada selang keran di sebuah taman dekat rumah bocah itu.

2. Arab Saudi Umumkan Syarat-syarat Umrah

Arab Saudi akan membuka kembali ibadah umrah. Otoritas Saudi juga telah menetapkan syarat dan protokol yang harus dipatuhi dalam pelaksanaan umrah di tengah pandemi corona.



Pembukaan kembali umrah akan berlangsung dalam tiga tahap. Masing-masing tahap dengan kapasitas jemaah tertentu sesuai dengan standar yang dilakukan saat pelaksanaan ibadah haji yang dihelat Agustus lalu.



Kegiatan umrah mulai dibuka kembali pada 17 Safar atau 4 Oktober.



Menteri Haji dan Umrah, Mohammed Saleh Benten mengungkapkan setiap prosedur pendaftaran dilakukan secara digital. Calon jemaah bisa mengunduh aplikasi yang telah dibuat Kementerian yakni Eatmarna.

3. Pemimpin Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad Meninggal Dunia

Pemimpin Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, meninggal dunia di usia 91 tahun pada Selasa (29/9). Istana kerajaan Kuwait Amiri Diwan mengumumkan kabar tersebut.

Melansir Al Arabiya, Al-Sabah diketahui sempat menerima perawatan medis setelah menjalani operasi di Amerika Serikat. Tidak diketahui penyakit yang diderita Al-Sabah hingga dinyatakan tutup usia.

Sebelumnya, dia telah memberi wewenang kepada putra mahkota untuk mengambil alih beberapa tanggung jawab untuk sementara hingga dia pulih.



Al-Sabah telah memerintah sekutu AS dan produsen minyak OPEC sejak 2006, dia juga mengarahkan kebijakan luar negerinya selama lebih dari 50 tahun.
 
Oktober tahun lalu, Al-Sabah mengalami penurunan kesehatan saat berada di Kuwait dan dirawat di rumah sakit di AS selama perjalanannya untuk memenuhi pertemuan dengan Presiden Donald Trump.

(dea)

[Gambas:Video CNN]