PM Israel Tuding Hizbullah Simpan Gudang Senjata di Beirut

Middle East Eye, CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 03:28 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu menuding Hizbullah telah menyembunyikan keberadaan 'gudang rahasia' berisi senjata di lingkungan pemukiman di Beirut, Libanon. PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: GIL COHEN-MAGEN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menuding bahwa kelompok milisi Syiah, Hizbullah, menyimpan rudal di sebuah 'gudang rahasia' di lingkungan perumahan di Beirut, Libanon. Pernyataan tak mendasar Netanyahu itu disampaikan di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selama sidang, Netanyahu mengacungkan peta Beirut dan menunjukkan lokasi gedung senjata hasil dugaannya yang tertuju pada Janah.

Sambil menunjuk peta, ia mengatakan jika fasilitas penyimpanan senjata itu berada dekat dengan perusahaan gas, pompa bensin, dan hunian warga sipil.


Dia juga mengimbau masyarakat Libanon untuk menggelar aksi protes demi mencegah potensi ledakan yang mirip dengan kejadian serupa di pelabuhan Beirut.

"Saya sampaikan kepada orang-orang di Janah, Anda harus bertindak sekarang. Anda harus memprotes ini karena jika benda ini meledak, itu akan menjadi tragedi lain," ujar Netanyahu seperti mengutip Middle East Eye.

"Saya sampaikan kepada warga Libanon, Israel tidak membahayakan Anda, tapi Iran yang berbahaya. Iran dan Hizbullah dengan sengaja menempatkan Anda dan keluarga Anda dalam bahaya besar," klaimnya.

Tak lama setelah pidato tersebut, puluhan orang berkumpul di depan gedung yang dimaksud oleh Netanyahu di Janah dan Hizbullah mengundang jurnalis.

Pemilik gedung mengatakan kepada jurnalis bahwa gedung itu adalah pabrik baja, sama seperti banyak bangunan lainnya di kawasan industri.

Direktur Hubungan Media Hizbullah, Mohammad Afif, mengatakan pihaknya biasanya tidak akan menanggapi tuduhan semacam itu, tapi karena Netanyahu membuat pernyataan tersebut di PBB, mereka terpaksa berkomentar.

"Kami datang ke sini hari ini untuk menunjukkan bahwa ini adalah fasilitas industri normal yang sudah ada di sini mungkin selama sepuluh tahun," tandas Afif.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]