Tasmanian Devil Ditemukan Lagi di Alam Liar Australia

Associated Press | CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2020 16:49 WIB
Sekitar 11 ekor Tasmanian devil dilepaskan ke alam liar dari pusat konservasi. Hewn ini diperkirakan telah punah di alam liar Australia sejak 3.00 tahun lalu. Tasmanian devil kembali ditemukan di alam liar Australia. (Foto: CNN Indonesia/Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tasmanian Devil, marsupial karnivora kembali ditemukan di Australia untuk pertama kalinya dalam 3.000 tahun terakhir.

Direktur Kelompok Konservasi Aussie Ark, Liz Gabriel memimpin upaya pelepas liaran dalam kemitraan dengan kelompok konservasi lainnya.

"Melihat para Tasmanian devil dilepaskan ke alam liar, ini adalah momen yang sangat emosional," ujar Gabriel.

Sebelas Tasmanian devil dibebaskan dari kandang mereka di suaka margasatwa Barrington Tops seluas hampir seribu hektar di negara bagian New South Wales, sekitar 190 kilometer utara Sydney.

Gabriel menuturkan Aussie Ark memiliki tujuan supaya Tasmanian devil dapat tinggal di daerah non-lindung di daratan Australia, dengan harapan mereka akan berkontribusi untuk mengendalikan populasi kucing dan rubah.

Melansir Associated Press, Tasmanian devil atau disebut Sarcophilus satanicus punah di Australia sebelum kedatangan bangsa Eropa.

Ahli Ekologi University of Tasmania, Menna Jones mengatakan para ilmuwan percaya penyebab Tasmanian devil bermigrasi ke Tasmania saat ini adalah karena masuknya dingo karnivora, lonjakan populasi manusia, dan musim kemarau.

"Saya pikir salah satu dari tiga faktor itu mungkin tidak akan menyebabkan kepunahan, tapi ketiganya kemungkinan besar menyebabkan Tasmanian devil punah di daratan," ujarnya.

Jones menambahkan meski Tasmanian devil cenderung memakan mamalia kecil, tapi mereka juga diketahui memakan bangkai sapi dan domba, serta berpotensi mengganggu peternak.

Tasmanian devil dilindungi di Australia sejak 1941 dan para konservasionis telah bekerja untuk meningkatkan populasi mereka selama bertahun-tahun. Tasmanian devil dipercaya sebagai pemangsa utama yang dapat menekan spesies invasif seperti rubah dan kucing liar, dan pada gilirannya melindungi spesies dan keanekaragaman hayati yang lebih kecil.

Meski demikian, Liz Gabriel menerangkan untuk saat ini Tasmanian devil yang dilepaskan tahun ini belum akan ditempatkan ke alam liar. Sebaliknya, mereka akan menerima makanan tambahan dan dipantau melalui kamera jarak jauh.
Beberapa Tasmanian devil juga dibekali dengan pelacak GPS untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana mereka menyesuaikan diri di lingkungan baru.

"Kami memimpikan lebih banyak tempat perlindungan bagi Tasmanian devil dan benar-benar meningkatkan jumlah spesies (tak hanya) untuk melindungi spesies itu, tapi juga hewan di lingkungan sekitar mereka. Ini baru permulaan," tandasnya.

(ans/evn)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER