Iran Bebaskan Perempuan Australia Terduga Mata-mata Barat

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 22:48 WIB
Iran membebaskan akademisi asal Australia, Kylie Moore-Gilbert, yang ditangkap pada 2018 lalu karena diduga menjadi mata-mata negara Barat. Ilustrasi pembebasan. (Foto: Istockphoto/Dony)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran membebaskan akademisi asal Australia, Kylie Moore-Gilbert, yang ditangkap pada 2018 lalu karena diduga menjadi mata-mata negara Barat.

Kylie, yang divonis penjara 10 tahun, dibebaskan setelah ada kesepakatan untuk membebaskan tiga warga Iran yang ditahan di Thailand pelaku percobaan pembunuhan diplomat Israel pada 2012 lalu.

Ia berstatus kewarganegaraan ganda, yakni Australia dan Inggris.


"Seorang pengusaha dan dua warga Iran lainnya yang ditahan di luar negeri atas dasar tuduhan palsu telah dibebaskan dengan imbalan mata-mata berkewarganegaraan ganda yang bekerja untuk Israel," bunyi laporan situs penyiaran Iribnews.

Dikutip AFP, rekaman video Iribnews memperlihatkan tiga pria yang tampak tengah ditemui seorang pejabat di Bandara Teheran.

Gambar video juga memperlihatkan Moore-Gilbert mengenakan kerudung didampingi oleh Duta Besar Australia

Moore-Gilbert merupakan dosen Studi Islam di Universitas Melbourne. Iran mengonfirmasi penangkapannya pada September 2019.

Namun, Moore-Gilbert itu diyakini ditahan oleh Iran satu tahun sebelumnya.

Moore-Gilbert menggambarkan dua tahun yang sangat traumatis selama mendekam di penjara militer Evin, Iran, yang dikelola Pasukan Garda Revolusi Iran.

"Saya datang ke Iran sebagai seorang teman dan dengan niat bersahabat," kata perempuan 33 tahun itu.

Moore-Gilbert ditangkap pasukan Iran setelah menghadiri konferensi akademik di Kota Suci Qom, pusat Iran. Ia lalu didakwa atas tindakan spionase dan divonis 10 tahun penjara.

Sementara itu, The Sydney Morning Herald mengidentifikasi ketiga pria Iran itu bernama Mohammad Khazaei, Masoud Sedaghat Zadeh, dan Saeed Moradi.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK