Menlu Beberkan Sederet Harapan RI terhadap AS di Tangan Biden

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 17:38 WIB
Menlu Retno Marsudi menyatakan sejumlah harapan Indonesia terhadap AS di tangan pemerintahan Presiden Joe Biden. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Dok. Kemenlu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan sejumlah harapan Indonesia terhadap Amerika Serikat di tangan pemerintahan Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris yang baru dilantik pada Rabu (20/1).

Retno menuturkan AS merupakan salah satu mitra terpenting Indonesia sehingga tak heran jika Jakarta menyimpan banyak harapan terhadap Gedung Putih di masa pemerintahan baru ini.

"Sebagaimana negara lainnya di dunia, Indonesia memiliki harapan yang besar terhadap Administrasi AS yang baru. Harapan ini semakin besar saat dunia sedang menghadapi pandemi, upaya pemulihan ekonomi, serta upaya menjaga perdamaian dan stabilitas dunia di tengah menajamnya rivalitas di antara negara-negara besar," kata Retno dalam jumpa pers virtual pada Kamis (21/1).


Retno menuturkan sejumlah harapan Indonesia terhadap AS di antaranya adalah Negeri Paman Sam mau kembali lagi mengobarkan semangat multilateralisme dan kerja sama internasional.

Selama empat tahun terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, AS memang kerap mengutamakan tindakan unilateralisme. Tak sedikit kebijakan sepihak AS di era Trump yang mempengaruhi stabilitas dan perdamaian di dunia.

Menurut Retno, tindakan unilateralisme sangat merugikan negara lain, terutama negara berkembang.

"Indonesia mengharapkan kepemimpinan AS untuk memperkuat multilateralisme, termasuk menjadikan PBB lebih responsif dan efektif dan memperkuat WHO di tengah tantangan pandemi yang luar biasa ini," kata Retno.

Kedua, Retno berharap AS di tangan Biden bisa kembali memperkuat komitmennya terhadap perdamaian dan stabilitas dunia terutama di tengah rivalitas negara besar yang meningkat.

Ketiga, Indonesia juga mengharapkan kontribusi positif AS terhadap penyelesaian isu Palestina-Israel dengan adil dan sesuai berbagai resolusi PBB maupun parameter internasional yang telah disepakati, termasuk dengan mekanisme solusi dua negara.

Selama pemerintahan Trump, AS kerap mengeluarkan kebijakan pro-Israel dan di luar konsesus internasional selama ini dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina.

AS di bawah Trump bahkan memutuskan langkah kontroversial dengan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Padahal, kota suci tiga agama itu selama ini menjadi sumber konflik Palestina-Israel, di mana kedua negara mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota masing-masing.

Komunitas internasional terutama dunia Islam mengutuk keras keputusan AS tersebut yang dinilai semakin mempersulit peluang perdamaian antara Israel-Palestina.

Meski begitu, kandidat menteri luar negeri AS pilihan Biden, Anthony Blinken, menyatakan bahwa pemerintahan AS sejauh ini tidak berniat mencabut kebijakan Trump tersebut.

"Tindakan dan solusi unilateral yang tidak sejalan dengan hukum internasional harus dihindari. Penyelesaian konflik secara damai harus senantiasa dikedepankan," kata Retno.

Retno juga berharap AS bisa meningkatkan komitmen kemitraan strategis dengan ASEAN dan memperkuat sentralitas blok negara di Asia Tenggara itu demi mempertahankan stabilitas dan perdamaian di kawasan, terutama terkait isu Laut China Selatan.

Retno memaparkan Indonesia juga siap bekerja sama dengan AS untuk terus mendukung proses perdamaian yang inklusif di Afghanistan.

Soal ekonomi, Indonesia kata Retno berharap AS bisa berperan membantu tatanan perekonomian dunia yang kokoh dan berkelanjutan, terutama pasca pandemi virus corona.

"Indonesia mengharapkan Amerika dapat menjadi bagian dari upaya mendorong sistem perdagangan dunia yang terbuka, berkeadilan dan saling menguntungkan," kata Retno.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK