China Ancam Pakai Kekuatan Militer jika Taiwan Terus Dekat AS

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 18:47 WIB
China memperingatkan akan menggunakan kekuatan militer jika Taiwan terus mendekati Amerika Serikat. Ilustrasi militer China. (AFP Photo/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

China memperingatkan akan menggunakan kekuatan militer jika Taiwan terus mendekati Amerika Serikat.

Juru bicara Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara China, Ma Xiaoguang, mengatakan pihaknya sudah mengerahkan puluhan pesawat tempur ke zona pertahanan udara (ADIZ) Taiwan beberapa hari lalu.

Keputusan itu, kata Ma, merupakan peringatan bagi Taiwan bahwa niatnya untuk mendekat ke AS demi mencari kemerdekaan akan gagal.


"Sinyal yang diberikan oleh latihan militer kami adalah kami bertekad untuk menghentikan kemerdekaan Taiwan, dan menghentikan Taiwan bekerja sama dengan AS. Kami melakukannya dengan tindakan," kata Ma seperti dikutip The South China Morning Post, Selasa (13/4).

"Kami tidak berjanji untuk tak memakai kekerasan dan mempertahankan pilihan untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan. Kami menargetkan campur tangan asing dan sejumlah gerakan separatis. Kami tak menyasar kompatriot di Taiwan."

Ma mengumumkan peringatan ini tak lama setelah Presiden Joe Biden mengutus mantan senator AS, Chris Dodd, dan dua mantan wakil menlu AS, Richard Armitage dan James Steinberg, ke Taipei.

Delegasi tersebut akan bertemu dengan pejabat-pejabat senior Taiwan untuk melanjutkan "tradisi bipartisan pemerintahan AS untuk mengirimkan delegasi tak resmi tingkat tinggi ke Taiwan."

Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Taiwan, delegasi AS itu akan tiba di bandara Songshan pada hari ini, Rabu (14/4).

Kantor kepresidenan Taiwan mengumumkan bahwa Presiden Tsai Ing-wen kemudian akan bertemu langsung dengan delegasi AS itu pada Kamis (15/4).

Selama ini, China menganggap Taiwan sebagai wilayah pembangkang lantaran berkeras ingin memerdekakan diri sebagai negara berdaulat.

[Gambas:Video CNN]

Relasi China dan Taiwan juga terus memburuk setelah Taipei dipimpin oleh Presiden Tsai Ing-wen. Ia merupakan Presiden Taiwan yang pro-demokrasi.

Sejak memimpin pada 2016, Tsai terus berupaya mencari pengakuan internasional bagi Taiwan, termasuk mendekatkan diri dengan AS.

Namun, Presiden China, Xi Jinping, berkeras tidak akan membiarkan Taiwan merdeka. Ia bahkan bersumpah akan melakukan segala cara, termasuk perang militer, untuk mempertahankan Taiwan.

AS sendiri mengaku kedaulatan China. Namun, AS tetap menjadi sekutu tidak resmi dan pendukung militer terpenting bagi Taiwan di bawah Undang-Undang Relasi Taiwan.

(rds/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK