PM Pakistan Sebut Demo Anti-Prancis Rusak Negara Sendiri

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 04:51 WIB
PM Pakistan Imran Khan meminta kelompok Islam radikal mengakhiri demonstrasi anti-Prancis. Menurutnya, demonstrasi hanya merugikan negara Pakistan. PM Pakistan Imran Khan mengatakan demo anti-Prancis hanya akan merusak negara sendiri. (AP/K.M. Chaudary)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan meminta kelompok Islam radikal mengakhiri demonstrasi anti-Prancis. Khan mengatakan demo yang berujung rusuh itu justru merugikan negara sendiri.

Khan mengatakan dia juga ingin menghentikan "penghinaan terhadap Nabi Muhammad atas nama kebebasan berbicara" oleh negara-negara barat. Namun, dia mengatakan tak bisa mengusir duta besar setiap kali itu terjadi.

"Jika kami terus memprotes sepanjang hidup kami, kami hanya akan merusak negara kami sendiri dan itu tidak akan berdampak pada (Barat)," kata Khan dalam pidato yang direkam dan tayang di televisi, dikutip AFP, Selasa (20/4).


"Tidak ada bedanya dengan Prancis," tambahnya.

Kerusuhan telah mengguncang negara itu selama seminggu terakhir sejak pemimpin Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) ditahan usai menyerukan demonstrasi di ibu kota untuk mengusir diplomat tertinggi Prancis.

Pada hari Minggu, (18/4), sebanyak 11 petugas polisi ditangkap oleh pengunjuk rasa selama bentrokan dan ditahan selama berjam-jam di masjid TLP, tempat ratusan demonstran masih berkumpul.

Kedutaan Besar Prancis yang mengimbau warga negara dan perusahaan Prancis meninggalkan Pakistan mengirimkan peringatan baru untuk meminta warganya menghindari pertemuan.

Pemerintah Pakistan akan mengadakan pertemuan kembali dengan para pemimpin partai pada Senin (19/4) malam waktu setempat untuk memadamkan kerusuhan.

Khan mengatakan protes selama seminggu telah menyebabkan gangguan besar di kota-kota, merusak properti, dan menewaskan beberapa petugas polisi. Polisi Lahore sebelumnya menyebut jumlah korban tewas enam orang.

Para pemimpin TLP mengatakan beberapa pendukung partai juga tewas dan banyak yang terluka dalam bentrokan.

Kemarahan terhadap bangsa Prancis yang merebak di Pakistan dipicu oleh pernyataan Presiden Emmanuel Macron tentang Islam. Macron beberapa kali menghubungkan Islam dengan terorisme setelah sejumlah serangan terjadi di Prancis selama 2020.

Berbagai serangan yang menargetkan bangsa Prancis itu berlangsung setelah majalah satir Charlie Hebdo kembali menerbitkan karikatur Nabi Muhammad pada September 2020 lalu. Macron membela publikasi karikatur itu dengan dalih kebebasan berekspresi.

Sikap Macron tersebut menuai kecaman dari penduduk Muslim seluruh dunia, termasuk di Pakistan.

Namun, belakangan protes anti-Prancis di Pakistan meluas setelah pemimpin TLP, Saad Hussain Rizvi, ditahan aparat lantaran dinilai telah menghasut pengikutnya untuk melakukan kekerasan hingga pembunuhan.

Pakistan bahkan memutuskan membubarkan dan melarang TLP beroperasi.

(AFP/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK