'Perlawanan Pers Hong Kong' Usai Polisi Serbu Kantor Media

CNN Indonesia | Jumat, 18/06/2021 21:05 WIB
Penggerebekan polisi Hong Kong ke kantor surat kabar Apple Daily pada Kamis lalu melibatkan setidaknya 500 personel. Lima eksekutif, termasuk pemred ditahan. Sejumlah wartawan foto memotret eksekutif editor Apple Daily, Lam Man-Chung, yang melakukan uji-baca (proofreading) surat kabar edisi berikutnya sebelum dicetak massal, Hong Kong, 17 Juni 2021.(AFP/Anthony WALLACE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sehari setelah penggerebekan hingga penangkapan sejumlah petingginya oleh kepolisian Hong Kong, surat kabar Apple Daily tetap terbit meskipun dengan kondisi sumber daya terbatas, Jumat (18/6).

Pada edisi hari ini, halaman depan surat kabar prodemokrasi Hong Kong itu memampang headline dengan huruf besar: "Kita harus terus maju".

Halaman depan surat kabar yang dimiliki taipan Jimmy Lai--juga telah ditahan polisi dengan tuduhan bantuan finansial bagi kelompok demonstran- menampilkan foto lima petinggi yang dibawa polisi. Para petinggi redaksi itu dibawa polisi dalam penggerebekan yang menggunakan hukum baru tentang keamanan nasional.


Dalam penggerebekan tersebut selain menangkap lima petinggi, termasuk Pemimpin Redaksi Ryan Law dan CEO Cheung Kim-hung, polisi pun menyita sejumlah ponsel staf dan komputer Apple Daily. Seperti dilansir AFP, setidaknya 44 materi hard disk terkait redaksi ikut dibawa polisi kemarin.

Dalam pernyataan medianya kemarin, Kepolisian Hong Kong mengonfirmasi soal surat perintah yang diterbitkan untuk mengumpulkan bukti, termasuk dari telepon dan komputer wartawan.

Kesibukan Redaksi Disaksikan Wartawan Media Lain

Tak patah arang, justru kembali bersemangat di tengah keterbatasan, staf-staf Apple Daily kembali bekerja.

Para staf di ruang redaksi hingga tim produksi pun berjibaku hingga tengah malam untuk mempersiapkan terbitan edisi hari berikutnya, Jumat--seperti yang dilakukan dalam 26 tahun terakhir grup media itu berdiri.

Namun, yang membedakan, malam itu kerja redaksi hingga tim produksi Apple Daily tak sendirian. Para wartawan dari sejumlah media lain pun hadir di sana untuk meliput ruang redaksi pascapenggerebekan polisi pada Kamis pagi.

Para jurnalis berkamera dari media-media massa lain itu pun lalu mengabadikan eksemplar surat kabar Apple Daily yang siap diedarkan ke masyarakat Hong Kong.

Tampilan headline surat kabar edisi tersebut menampilkan foto lima petingginya yang dibawa polisi dengan latar (background) hitam.

Tulisan headline dalam bahasa mandarin: "Polisi keamanan nasional menggeledah Apple, menangkap lima orang, menyita 44 hard disk materi berita."

Di bawahnya, dengan huruf kuning tebal, mereka mencetak "Kita harus terus maju". Itu adalah kalimat yang meluncur dari mulut Cheung Kim-hung kepada staf surat kabar tersebut saat dibawa dengan tangan diborgol polisi.

Bukan hanya tampilan halaman muka yang menunjukkan perlawanan pers saja. Untuk edisi tersebut, manajemen Apple Daily memutuskan untuk mencetak 500.000 eksemplar, dari biasanya hanya sekitar 80.000 eksemplar.

Workers design the layout of Apple Daily newspaper at the printing house in Hong Kong, early Friday, June 18, 2021. Five editors and executives at pro-democracy Apple Daily newspaper were arrested Thursday under Hong Kong's national security law, its stock was halted and police were searching its offices in moves raising concerns about the media's future in the city. (AP Photo/Kin Cheung)Staf desain grafis surat kabar Apple Daily saat sedang bekerja mempersiapkan edisi Jumat (18/6/2021) pascapenggerebekan polisi pada Kamis (17/6/2021). (AP/Kin Cheung)

Sold Out

Pencetakan atau produksi surat kabar edisi terbaru itu dilakukan lepas tengah malam, setelah proses di ruang redaksi selesai.

Kemudian, pascaproduksi, ratusan ribu eksemplar surat kabar itu disebarkan menggunakan truk hingga mobil boks ke kios-kios di seantero wilayah Hong Kong.

Warga Hong Kong pun menyambutnya, salah satunya di distrik Mong Kok, seperti dilansir Reuters, terlihat beberapa pelanggan yang mengerubuti kios, dan menghampiri pengecer koran.

"Anda tidak pernah tahu kapan koran ini akan mati," kata salah satu pembaca bermarga Tsang yang hanya memberikan nama belakangnya karena sensitifnya persoalan terkait Apple Daily ini.

"Sebagai warga Hong Kong, kita perlu melestarikan sejarah. Bertahanlah di sana selama kita bisa. Meskipun jalannya kasar, kita tetap harus berjalan, karena tidak ada jalan lain," imbuhhya.

People line up to purchase Apple Daily newspaper from a newspaper stall after police raided its newsroom and arrested five executives the day before, in Hong Kong, China early June 18, 2021. REUTERS/James PomfretWarga mengantre untuk membeli surat kabar Apple Daily, Hong Kong, Jumat (18/6/2021) dini hari. (REUTERS/JAMES POMFRET)

Kemudian pada Jumat pagi ini, dilaporkan beberapa kios koran di pusat Hong Kong bahkan sudah menjual habis edisi Apple Daily hari ini. Terlihat pula di salah satu kios yang menampilkan poster pesan: Dukung kebebasan pers.

"Biasanya kami menjual sekitar 60 eksemplar, tetapi malam ini kami baru saja menjual 1.800," ujar salah satu penjaga kios koran di Mongkok yang merupakan distrik kelas pekerja seperti dikutip dari AFP.

Dia yang enggan disebutkan identitasnya tersebut mengatakan pembeli sudah menunggu sejak dini hari, dan yang ia jual habis dalam beberapa jam saja.

"Sekarang kami sudah menjual semua. Kami sudah memesan 3.000 lagi, tetapi masih menunggu kepastian," kata penjual koran tersebut pada Jumat pagi ini.


Kebebasan Pers Hong Kong versus Keamanan Nasional

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK