Saling Gempur Tentara Myanmar dan Milisi Anti-Junta, 4 Tewas

CNN Indonesia | Selasa, 22/06/2021 19:41 WIB
Empat milis Myanmar tewas dan sejumlah tentara luka-luka dalam baku tembak di Mandalay, Selasa (22/6). Ilustrasi aksi menentang kudeta militer Myanmar. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Empat milis Myanmar tewas dan sejumlah tentara luka-luka dalam baku tembak di Mandalay, Selasa (22/6).

Pihak militer mengatakan pada Selasa pagi, pasukan keamanan junta menggerebek sebuah gedung di kotapraja Chan Mya Tharsi, Mandalay. Namun kedatangan mereka langsung disambut dengan tembakan senjata ringan dan granat.

"Beberapa anggota keamanan terluka parah," kata tim informasi junta militer, mengutip AFP.


Militer mengatakan empat milisi etnis tewas, sementara delapan lainnya ditangkap lantaran kedapatan membawa ranjau, granat dan senjata ringan.

Video pertempuran tentara Myanmar dengan milisi lokal tersebar di media sosial.

Dalam salah satu rekaman, terlihat pasukan militer dengan kendaraan lapis baja mengepung sebuah gedung asrama sekolah di Mandalay.

Pasukan militer itu meyakini bangunan tersebut menjadi markas milisi anti junta, demikian mengutip Reuters.

Myanmar berada dalam krisis politik dan kemanusiaan sejak militer, yang dipimpin jenderal Min Aung Hlaing, mengambil alih kekuasaan secara paksa dari pemerintahan yang sah pada 1 Februari lalu.

Pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan Presiden U Win Myint masih ditahan hingga hari ini. Rakyat Myanmar terus melakukan perlawanan untuk menolak kudeta.

Mulai dari gerakan pembangkangan sipil hingga pembentukan milisi lokal dibentuk untuk melawan junta militer.

Selain bangkitnya milisi lokal, para pengamat meyakini ratusan pengunjuk rasa anti-kudeta dari kota-kota kecil dan desa di Myanmar telah berjalan kaki ke wilayah yang dikuasai pemberontak untuk melakukan latihan militer.

Namun para milisi itu kemungkinan besar akan berhadapan dengan pasukan militer Myanmar dalam jumlah besar di setiap konfrontasinya.

Aksi rakyat Myanmar itu kerap direspons pasukan junta dengan tindakan brutal hingga korban jiwa berjatuhan.

Menurut catatan Lembaga Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) hingga Senin (21/6) korban tewas di Myanmar mencapai 873, sementara yang ditahan 5.045 orang.

(isa/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK