ISIS Klaim Bom yang Targetkan Anggota Taliban di Jalalabad

has, CNN Indonesia | Selasa, 21/09/2021 08:38 WIB
Kelompok ekstremis ISIS mengklaim sebagai dalang di balik pengeboman yang menargetkan anggota Taliban di Jalalabad, Afghanistan, pada akhir pekan lalu. Ilustrasi bom di Afghanistan. (Reuters/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok ekstremis ISIS mengklaim sebagai dalang di balik pengeboman yang menargetkan anggota Taliban di Jalalabad, Afghanistan, pada akhir pekan lalu.

ISIS Khorasan mengklaim bom tersebut melalui pengumuman di media propaganda mereka, Kantor Berita Amaaq, pada Minggu (19/9).

Sebagaimana dilansir Reuters, dalam pemberitaan itu, ISIS mengklaim memakan korban puluhan anggota Taliban, tapi belum ada pihak yang dapat memverifikasi.


"Lebih dari 35 anggota Taliban tewas atau terluka dalam serangan ledakan tersebut," demikian pernyataan ISIS tersebut.

Taliban juga mengakui bahwa anggotanya menjadi target sejumlah serangan bom di Jalalabad pada Sabtu hingga Minggu lalu.

Seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa setidaknya tiga orang tewas dan sekitar 20 lainnya terluka akibat ledakan di Jalalabad pada Sabtu.

Serangkaian ledakan ini menimbulkan pertanyaan terkait keamanan di Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kuasa pada pertengahan Agustus lalu.

Ini bukan kali pertama ISIS-K berulah setelah Taliban berkuasa. Pada Agustus lalu, ISIS-K juga melakukan serangan bom bunuh diri di bandara Kabul, ketika warga sedang berbondong menanti evakuasi.

Setelah itu, Taliban mengklaim bahwa mereka dapat membendung ISIS-K jika AS sudah angkat kaki. Namun ternyata, setelah AS hengkang pada akhir Agustus lalu, ISIS-K masih dapat menargetkan anggota Taliban.

"Kami kira sejak Taliban datang, akan ada perdamaian," ujar Feda Mohammad, salah satu warga yang abangnya tewas dalam serangan bom ISIS-K pada Minggu lalu.

Ia kemudian berkata, "Namun, sekarang tak ada perdamaian. Tak ada keamanan. Kalian tak bisa mendengar apapun selain kabar mengenai ledakan bom yang membunuh siapa."

[Gambas:Video CNN]

Bom ISIS ini terjadi ketika Taliban masih berupaya membentuk pemerintahan. Dengan pemerintahan yang belum lengkap ini, Afghanistan harus menghadapi berbagai krisis akibat pembekuan berbagai aliran dana asing setelah Taliban berkuasa.

"Ini merupakan puncak dari kesengsaraan kami," ucap seorang warga di Jalalabad, Abdullah.

(has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK