Pensiun Politik, Rodrigo Duterte Akhiri Ide Maju Cawapres
CNN Indonesia
Sabtu, 02 Okt 2021 18:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengakhiri spekulasi pencalonan dirinya sebagai wakil presiden dalam Pemilu mendatang karena mengumumkan mundur dari politik. (Foto: REUTERS/ATHIT PERAWONGMETHA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden FilipinaRodrigo Duterte mengakhiri spekulasi dan rencana pencalonan dirinya sebagai wakil presiden dalam pemilu mendatang pada Sabtu (2/10). Rencana itu berakhir seiring dengan keputusannya pensiun dari politik.
Keputusan mundur dari politik diambil setelah mengetahui rencana itu ditolak keras banyak warga Filipina lewat sejumlah survei dan forum publik dalam beberapa waktu terakhir.
"Saya akan mengikuti keinginan masyarakat dan hari ini saya mengumumkan pensiun dari politik," kata Duterte seperti dilansir AP, Sabtu (2/10).
Saat mengumumkan itu, ia juga mengatakan sentimen luar biasa dari masyarakat menandakan dirinya tak memenuhi syarat untuk maju dalam pemilu mendatang karena dianggap melanggar semangat konstitusi.
"Itu akan menjadi pelanggaran konstitusi (jika mencalonkan diri)," kata Duterte.
Presiden Filipina dibatasi konstitusi untuk menjabat satu periode, dengan masa jabatan enam tahun. Hal itu membuat Rodrigo Duterte tak bisa lagi mencalonkan diri di periode kedua karena bertentangan dengan konstitusi negara.
Sehingga, ia sempat mendeklarasikan akan mencalonkan diri sebagai wakil presiden. Duterte adalah yang pertama mempertimbangkan untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden setelah menjabat.
Sang anak, Sara Duterte, sempat disebut-sebut akan diajukan sebagai calon presiden bersama sang ayah. Namun, Sara telah mengatakan tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden jika ayahnya, Duterte, maju sebagai wakil presiden.
Spekulasi Duterte pensiun untuk sang anak mencalonkan diri di halaman sebelah...
Seperti dilansir Reuters pada Sabtu (2/10), pengamat politik menduga Duterte bisa membuat kejutan dalam pemilu Filipina mendatang, seperti kemungkinan Sara Duterte akan mencalonkan diri sebagai presiden tahun depan.
Pencalonan diri Sara Duterte sebagai Wali Kota Davao lagi baru-baru ini disebut tak meredakan spekulasi dia masih mengincar kursi kepresidenan. Terlebih lagi, ia disebut mengantongi dukungan untuk menggantikan ayahnya.
Oleh sebab itu, keputusan Duterte mundur dari politik disebut membuka jalan bagi Sara Duterte untuk mencalonkan diri sebagai presiden.
"Ini memungkinkan Sara Duterte untuk mencalonkan diri. Dia melihat skema yang dibuat ayahnya atau drama yang membingungkan banyak orang," kata Antonio La Vina, profesor hukum dan politik di Universitas Ateneo de Manila.
Terlebih lagi, Duterte disebut perlu memiliki penerus yang setia dan bisa melindungi dia di masa mendatang.
Sejak menjabat pada 2016, ia dikenal dengan kebijakan dan karakter yang keras, seperti membunuh semua pengedar dalam memberantas narkoba, hingga memberlakukan lagi hukuman mati.
Senada, pengamat politik Earl Parreno menduga Sara Duterte akan mencalonkan diri di menit-menit terakhir pendaftaran, sama seperti yang dilakukan Rodrigo Duterte untuk Pemilu 2016.
Namun, Sara Duterte belum berkomentar mengenai hal tersebut.
Sara Duterte atau pihak lain yang ingin mencalonkan diri sebagai presiden memiliki waktu hingga Jumat mendatang untuk mendaftar.
Kendati demikian, mereka diizinkan untuk mengubah pasangan atau mundur dari pencalonan hingga 15 November 2021. Pemilihan presiden Filipina akan digelar pada 2022.
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden FilipinaRodrigo Duterte mengakhiri spekulasi dan rencana pencalonan dirinya sebagai wakil presiden dalam pemilu mendatang pada Sabtu (2/10). Rencana itu berakhir seiring dengan keputusannya pensiun dari politik.
Keputusan mundur dari politik diambil setelah mengetahui rencana itu ditolak keras banyak warga Filipina lewat sejumlah survei dan forum publik dalam beberapa waktu terakhir.
"Saya akan mengikuti keinginan masyarakat dan hari ini saya mengumumkan pensiun dari politik," kata Duterte seperti dilansir AP, Sabtu (2/10).
Saat mengumumkan itu, ia juga mengatakan sentimen luar biasa dari masyarakat menandakan dirinya tak memenuhi syarat untuk maju dalam pemilu mendatang karena dianggap melanggar semangat konstitusi.
"Itu akan menjadi pelanggaran konstitusi (jika mencalonkan diri)," kata Duterte.
Presiden Filipina dibatasi konstitusi untuk menjabat satu periode, dengan masa jabatan enam tahun. Hal itu membuat Rodrigo Duterte tak bisa lagi mencalonkan diri di periode kedua karena bertentangan dengan konstitusi negara.
Sehingga, ia sempat mendeklarasikan akan mencalonkan diri sebagai wakil presiden. Duterte adalah yang pertama mempertimbangkan untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden setelah menjabat.
Sang anak, Sara Duterte, sempat disebut-sebut akan diajukan sebagai calon presiden bersama sang ayah. Namun, Sara telah mengatakan tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden jika ayahnya, Duterte, maju sebagai wakil presiden.
Spekulasi Duterte pensiun untuk sang anak mencalonkan diri di halaman sebelah...
Keputusan Duterte Disebut Buka Jalan Bagi Anak
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengakhiri spekulasi pencalonan dirinya sebagai wakil presiden dalam Pemilu mendatang karena mengumumkan mundur dari politik. (Foto: Noel CELIS / AFP)
Seperti dilansir Reuters pada Sabtu (2/10), pengamat politik menduga Duterte bisa membuat kejutan dalam pemilu Filipina mendatang, seperti kemungkinan Sara Duterte akan mencalonkan diri sebagai presiden tahun depan.
Pencalonan diri Sara Duterte sebagai Wali Kota Davao lagi baru-baru ini disebut tak meredakan spekulasi dia masih mengincar kursi kepresidenan. Terlebih lagi, ia disebut mengantongi dukungan untuk menggantikan ayahnya.
Oleh sebab itu, keputusan Duterte mundur dari politik disebut membuka jalan bagi Sara Duterte untuk mencalonkan diri sebagai presiden.
"Ini memungkinkan Sara Duterte untuk mencalonkan diri. Dia melihat skema yang dibuat ayahnya atau drama yang membingungkan banyak orang," kata Antonio La Vina, profesor hukum dan politik di Universitas Ateneo de Manila.
Terlebih lagi, Duterte disebut perlu memiliki penerus yang setia dan bisa melindungi dia di masa mendatang.
Sejak menjabat pada 2016, ia dikenal dengan kebijakan dan karakter yang keras, seperti membunuh semua pengedar dalam memberantas narkoba, hingga memberlakukan lagi hukuman mati.
Senada, pengamat politik Earl Parreno menduga Sara Duterte akan mencalonkan diri di menit-menit terakhir pendaftaran, sama seperti yang dilakukan Rodrigo Duterte untuk Pemilu 2016.
Namun, Sara Duterte belum berkomentar mengenai hal tersebut.
Sara Duterte atau pihak lain yang ingin mencalonkan diri sebagai presiden memiliki waktu hingga Jumat mendatang untuk mendaftar.
Kendati demikian, mereka diizinkan untuk mengubah pasangan atau mundur dari pencalonan hingga 15 November 2021. Pemilihan presiden Filipina akan digelar pada 2022.