Xi Jinping Marah Dengar Pidato Taiwan Ogah Tunduk pada China

CNN Indonesia | Senin, 11/10/2021 08:58 WIB
China marah lantaran Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menegaskan Taipei tak akan tunduk pada tekanan Beijing. Presiden China Xi Jinping disebut marah dengan pidato presiden Taiwan Tsai Ing Wen. (Reuters/Kim Kyung-Hoon/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menegaskan pemerintahannya tak akan tunduk pada tekanan China.

Dalam pidato di Hari Nasional Taiwan, Tsai bersumpah akan mempertahankan demokrasi dan kedaulatan Taiwan.

"Semakin banyak yang kami capai, semakin besar tekanan yang kami hadapi dari China. Tidak ada yang bisa memaksa Taiwan untuk mengambil jalan yang telah ditetapkan China kepada kami," tutur Tsai saat memperingati Hari Nasional Taiwan di Taipei pada Minggu (10/10).


Pernyataan itu diutarakan Tsai setelah Presiden China, Xi Jinping, bersumpah akan mengejar reunifikasi atau penyatuan kembali China dengan Taiwan dengan cara damai.

Namun, Tsai menggambarkan Taiwan kini "berada di garda terdepan untuk mempertahankan demokrasi."

"Kami berharap bisa memulihkan hubungan (dengan Beijing) dan tidak akan bertindak gegabah, tetapi itu sama sekali bukan menjadi ilusi bahwa rakyat Taiwan akan tunduk pada tekanan," kata Tsai seperti dikutip AFP.

China marah dengan pernyataan Tsai tersebut. Presiden Xi Jinping melalui kantor perwakilan China untuk urusan Taiwan mengecam keras pidato Tsai kemarin.

Menurut Beijing, pidato Tsai itu menghasut konfrontasi dan memutarbalikkan fakta.

Dikutip Reuters, China menegaskan upaya Taiwan mencari kemerdekaan dari China menutup pintu dialog antara Taipei-Beijing.

Hubungan Taiwan dan China kian memanas. Jet tempur China semakin sering memasuki wilayah udara pertahanan Taiwan.

Selama dua pekan, China mengirim 129 pesawat tempur ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ). Jenis pesawat tempur yang melintas adalah 26 jet tempur J-16, 10 jet tempur Su-30, dua pesawat Y-8, dan satu pesawat KJ-500.

Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan pihaknya siap berperang dengan China. Bahkan, Taipei juga meminta bantuan Australia untuk meningkatkan kerja sama keamanan dan intelijen di tengah peningkatan provokasi militer China.

Presiden Xi dan Tsai juga terus saling serang melalui pidato masing-masing. Xi menegaskan akan mengejar unifikasi China-Taiwan dengan cara damai. Namun, Tsai secara tidak langsung menolak itu dengan

Sementara itu, Tsai mengatakan negaranya tak mencari konfrontasi militer dengan siapa pun, termasuk China. Namun, Tsai bersumpah Taipei akan melakukan apapun untuk mempertahankan kedaulatan dan kebebasan di Taiwan.



(rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK