China-Rusia Latihan Bareng, Termasuk Operasi Antikapal Selam

CNN Indonesia | Jumat, 15/10/2021 02:11 WIB
Angkatan laut China dan Rusia melakukan latihan militer bersama di saat AS-Australia hendak membangun kapal selam nuklir. Foto ilustrasi kapal perang Rusia. (AP/Alexei Druzhinin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Angkatan Laut China dengan Rusia menggelar latihan militer bersama di wilayah timur negara pecahan Uni Soviet ini di saat Amerika Serikat dan sekutunya sibuk mempersiapkan kapal selam nuklir.

Latihan 'Joint Sea 2021' ini dilakukan di Teluk Peter Agung, Rusia, sejak Kamis (14/10) hingga Minggu (17/10), dikutip dari Associated Press.

Media Pemerintah China menyampaikan, latihan ini mencakup operasi komunikasi, operasi anti-ranjau, operasi anti-udara, dan operasi anti-kapal selam. Tak hanya itu, kedua angkatan militer juga akan melakukan manuver bersama dan latihan menembak sasaran.


Laporan tersebut juga menyatakan bahwa ini merupakan pertama kalinya pemerintah China mengirimkan kapal selam dengan berat lebih dari 10.000 ton ke luar negeri untuk berlatih.

China dan Rusia bersatu dalam menentang pengaruh Amerika Serikat di kancah internasional. Keduanya kerap menjadi kritikus kebijakan luar negeri Washington terkait masalah di Afghanistan.

Beijing juga mengecam kesepakatan AUKUS yang terjalin antara Amerika Serikat, Australia, dan Inggris. Dalam kesepakatan ini, Australia dikabarkan akan membuat kapal selam bertenaga nuklir.

Beberapa pakar menilai kesepakatan AUKUS merupakan upaya negara Barat untuk menekan pengaruh China di wilayah Indo-Pasifik.

Menurut Dewan Hubungan Luar Negeri (CFR), Beijing dan Moskow bekerja sama untuk mengarahkan kembali tatanan global yang saat ini didominasi Barat.

China dan Rusia juga kerap menunjukkan kemesraan mereka di depan umum. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menggambarkan hubungan kedua negara ini sebagai sesuatu "dekat dan bermanfaat di hampir semua bidang," dikutip dari The Diplomat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menggambarkan hubungan China dan Rusia sebagai sesuatu yang lebih baik daripada aliansi. Ia menyatakan bahwa keduanya akan selalu menjadi pendukung kuat satu sama lain.



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK