Putin Sebut Militan Irak dan Suriah Menyusup ke Afghanistan

CNN Indonesia | Kamis, 14/10/2021 21:07 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut militan Irak dan Suriah aktif menyusup wilayah Afghanistan. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut milisi Irak dan Suriah mulai menyusup ke Afghanistan. (AFP/ALEXEI DRUZHININ)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut militan Irak dan Suriah aktif menyusup wilayah Afghanistan.

"Militan dari Irak, Suriah dengan pengalaman dalam operasi militer secara aktif ditarik ke sana (Afghanistan)," kata Putin dalam konferensi video bersama Kepala Dinas Keamanan negara-negara bekas Soviet, dikutip dari AFP.

Tak hanya itu, Putin menilai para gerilyawan dapat melakukan ekspansi langsung ke negara tetangga Afghanistan.


"Ada kemungkinan teroris mencoba mengacaukan situasi di negara-negara tetangga."

Putin kerap mewanti-wanti upaya kelompok ekstremis yang menyamar sebagai pengungsi Afghanistan menyusul gejolak politik di negara itu akibat kekuasaan Taliban. Kelompok ini diduga melakukan perjalanan menuju negara tetangga Afghanistan bekas Uni Soviet.

Walaupun Moskow bersikap optimis dan hati-hati terhadap kepemimpinan baru Taliban di Kabul, Kremlin khawatir ketidakstabilan negara itu dapat berdampak bagi negara Asia Tengah. Kremlin sendiri memiliki beberapa pangkalan militer di negara itu.

Setelah Taliban menguasai Afghanistan, Rusia mengadakan latihan militer dengan beberapa negara bekas Uni Soviet, seperti Tajikistan dan Uzbekistan. Kedua negara ini berbagi perbatasan dengan Afghanistan.

Dalam acara yang sama, Kepala Keamanan Nasional Tajikistan, Saimumin Yatimov, mengatakan bahwa ia menemukan upaya penyelundupan obat-obatan, senjata, amunisi dari Afghanistan ke negaranya.

Tak hanya itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron sempat menjamu pemimpin Tajikistan Emomali Rakhmon pada Rabu (13/10). Dalam perjamuan itu, Macron berjanji akan membantu menjaga stabilitas negara Asia Tengah.

Taliban juga sempat mengatakan bahwa pihaknya tak menciptakan ancaman bagi negara-negara di Asia Tengah. Walaupun begitu, Taliban dilaporkan sempat bersitegang dengan Tajikistan hingga saling mengerahkan tentara ke perbatasan mereka pada 1 Oktober.

Selain terancam militan, negara tetangga Afghanistan juga terancam akan peredaran narkoba.

Afghanistan berpotensi menjadi bandar narkotika besar, mengingat negara itu telah lama menjadi produsen opium dan heroin untuk dunia. Penjualan narkotika di negara itu juga dikabarkan membantu pendanaan Taliban.



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK