Artefak Pedang Kuno dan Upaya Israel Gali Jejak Perang Salib
CNN Indonesia
Kamis, 21 Okt 2021 09:56 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Penyelam Israel menemukan pedang diduga milik kesatria Perang Salib. (REUTERS/RONEN ZVULUN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tim arkeolog Israel kembali mempelajari artefak diduga peninggalan Perang Salib. Kali ini penyelam Israel menemukan pedang kuno yang diduga milik kesatria di lepas pantai Haifa, Israel.
Temuan itu pun disebut bagian dari upaya Israel untuk melakukan penggalian jejak-jejak peninggalan peristiwa Perang Salib yang terjadi di Levan, termasuk Israel saat ini.
Temuan ini berhasil dilakukan dalam sebuah proyek yang dipimpin IAA. Pemimpin proyek ini adalah Nimrod Getzov dan Ianir Milevski. Proyek ini dilakukan selama enam tahun.Dengan penemuan kamp tersebut, membuktikan bahwa para pasukan Perang Salib melakukan pola menetap, bukan nomaden seperti yang diyakini sebelumnya.
Melansir laman resmi Otoritas Pariwisata Israel, Tzippori terletak di wilayah Galilea, Israel utara. Sejarawan Yahudi abad pertama, Josephus Flavius, menggambarkan tempat ini sebagai 'perhiasan seluruh Galilea'.
Menurut arkeolog Rafi Lewis, pasukan Perang Salib cenderung berkemah di sekitar sumber air. Maka dari itu, wajar bila para prajurit berkemah di wilayah Tzippori.
Bukan hanya kamp, para arkeolog mengklaim telah menemukan lokasi persis pertempuran besar, Battle of Arsuf, antara pasukan Richard The Lionheart dari Inggris dengan pasukan Salahuddin Al-Ayubi dari kubu muslim pada Perang Salib Era Ketiga (1189-1192).
Mengutip dari situs Institut Arkeologi Amerika, pertempuran Arsuf itu kemungkinan besar terjadi di dataran Sharon, sebelah utara Kota Tel Aviv saat ini.
Perkiraan itu berdasarkan bukti-bukti dokumen, sisa-sisa materi, dan analisis lingkungan. Pertempuran Arsuf merupakan salah satu yang terbesar pada Perang Salib.
Dalam pertempuran itu, pasukan Richard dari Kerajaan Inggris memenangkan pertempuran atas Pasukan Salahuddin. Namun, pasukan itu tetap gagal menguasai kembali Yerusalem dan pulang ke Inggris pada 1192.