AS Dikabarkan Temui Pangeran Saudi Bahas Normalisasi Israel

CNN Indonesia
Kamis, 21 Oct 2021 20:04 WIB
Penasihat Keamanan AS, Jake Sullivan, dilaporkan membicarakan kemungkinan normalisasi hubungan Arab Saudi dan Israel saat bertemu Pangeran Mohammed bin Salman. Penasihat Keamanan AS, Jake Sullivan, dilaporkan membicarakan kemungkinan normalisasi hubungan Arab Saudi dan Israel saat bertemu Pangeran Mohammed bin Salman. (AFP/Tolga Akmen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penasihat Keamanan Amerika Serikat, Jake Sullivan, dilaporkan membicarakan kemungkinan normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel saat bertemu dengan Pangeran Mohammed bin Salman pada September lalu.

Tiga pejabat AS dan seorang sumber dari pemerintah Saudi mengonfirmasi perbincangan tersebut kepada media independen Axios. Menurut mereka, Saudi tak menolak usulan Sullivan itu.

Mohammed kemudian menyodorkan daftar langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum perjanjian normalisasi semacam itu dapat ditindaklanjuti.


Langkah-langkah itu termasuk peningkatan hubungan bilateral AS-Saudi usai regang sejak pergantian pemerintahan ke era Presiden Joe Biden. Sejak menjabat, Biden kerap mengkritik hak asasi manusia di Saudi.

Langkah itu juga kemungkinan bakal menyangkut masalah konflik Israel dan Palestina. Selama ini, Saudi selalu menegaskan bahwa mereka tak akan menormalisasi hubungan dengan Israel hingga ada solusi konflik dengan Palestina.

Saudi sendiri memiliki pengaruh di kawasan. Para pendukung normalisasi menganggap jika Saudi benar-benar menjalin relasi dengan Israel, akan ada efek domino yang mengubah dinamika kekuasaan di Timur Tengah.

Sejumlah pengamat sudah melihat gelagat perubahan politik Saudi di kawasan, terutama belakangan ini santer mengenai kehangatan hubungan dengan Iran dan Qatar.

Beberapa negara Teluk sudah lebih dulu menormalisasi hubungan Israel dengan mediasi Amerika Serikat tahun lalu, yaitu Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko. Normalisasi itu termaktub dalam Kesepakatan Abraham.

[Gambas:Video CNN]

CNN melaporkan bahwa setelah itu, AS terus menyusun strategi agar lebih banyak negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel.

Setelah kunjungannya ke Neom, Sullivan kembali ke Washington dan menjamu mitranya dari Israel, Eyal Hulata. Mereka membicarakan untuk memperkuat dan memperluas Kesepakatan Abraham.

Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid, juga mengadakan serangkaian pertemuan terbaru dengan pejabat AS dan UEA untuk mendiskusikan Kesepakatan Abraham.

Pekan lalu, Lapid juga melakukan pertemuan personal dengan Blinken dan Menteri Luar Negeri UEA, Abdullah bin Zayed, untuk mendiskusikan peningkatan Kesepakatan Abraham.

Berdasarkan laporan itu, pejabat senior Gedung Putih mengatakan beberapa negara lain terbuka untuk normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER