Mengenal Pure Beach, Pantai di Saudi yang Bebaskan Bikini

rds | CNN Indonesia
Kamis, 21 Oct 2021 11:35 WIB
Pure Beach bukan satu-satunya pantai privat di Arab Saudi yang mengizinkan perempuan memakai bikini. Pure Beach, salah satu pantai privat di Saudi yang terletak di King Abdullah Economic City. (Foto: AFP/FAYEZ NURELDINE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi kembali menjadi sorotan publik terutama ketika salah satu pantainya, Pure Beach, mengizinkan pasangan kekasih bercengkerama dan perempuan memakai bikini.

Pure Beach terletak di King Abdullah Economic City, sekitar 125 kilometer dari kota internasional Jeddah.

Salah satu pengunjung, Asma, mengaku senang bahwa kini dia bisa menghabiskan waktu bersama sang kekasih di tanpa khawatir melanggar aturan syariat Islam yang diterapkan Saudi.


Namun, Asma dan sang kekasih harus rela merogoh kocek sebesar 300 riyal atau sekitar Rp1,12 juta per orang untuk bisa masuk ke Pure Beach yang merupakan pantai privat agar dapat menikmati "kebebasan" tersebut.

Sebab, selama ini, Saudi ketat menerapkan norma sosial berdasarkan syariat Islam, seperti memisahkan kaum pria dan wanita dalam ruang publik.

"Saya senang bahwa saya sekarang bisa datang ke pantai terdekat untuk menikmati waktu saya," kata Asma kepada AFP sambil menikmati suasana pantai tersebut.

"Ini adalah lambang kesenangan. Ini adalah impian kami datang ke sini dan menghabiskan akhir pekan yang indah," paparnya menambahkan.

Perempuan 32 tahun itu bahkan bisa berdansa dengan pasangannya diiringi lantunan musik di atas pasir putih pantai tersebut sambil memandangi Laut Merah.

Pengunjung Pure Beach lainnya juga terlihat berenang santai di pantai. Pihak resort menyediakan beragam permainan air bagi pengunjung.

Banyak dari wanita yang mengunjungi pantai tersebut tak segan memakai pakaian renang seperti bikini. Beberapa di antara mereka bahkan terlihat tengah merokok shisha sambil menikmati suasana pantai.

Saat matahari terbenam, sejumlah penari turut meramaikan suasana romantis pantai. Beberapa pasangan terlihat asyik bercengkrama dan berpelukan.

Pemandangan tersebut dianggap tidak biasa bahkan mustahil di sejumlah negara Arab yang menerapkan hukum Islam, termasuk Saudi sendiri.

"Saya merasa tidak perlu lagi bepergian ke luar negeri untuk bersenang-senang karena semuanya hampir ada di sini (Saudi)," kata seorang wanita karir, Dima, yang tengah berlibur di Pure Beach.

Demi menjaga keamanan dan privasi, pihak resort pantai menyimpan ponsel dan gadget setiap pengunjung sehingga para tamu tak bisa sembarangan mengambil video atau gambar selama berada di tempat tersebut.

Kepala Acara King Abdullah Economic City, Bilal Saudi, mengatakan Pure Beach memang dibuka untuk menarik "turis olak dan asing."

Meski begitu, hingga kini Saudi masih tidak mengizinkan minuman alkohol dijual, termasuk di tempat-tempat pariwisata seperti Pure Beach.

Selain Pure Beach, sejumlah pantai privat di Jeddah turut menawarkan "kebebasan" serupa. Jeddah merupakan salah satu kota internasional di Saudi.

Ibu Kota Metropolitan Saudi itu juga tidak menerapkan norma sosial seketat kota-kota lainnya. Sebab, kota Jeddah menjadi rumah sebagian besar ekspatriat asing di Saudi.

Perempuan juga diizinkan tak memakai kerudung dan pakaian tertutup di kota tersebut.

Meski begitu, Saudi tetap menerapkan norma sosial ketat di pantai-pantai umum dan tempat publik lainnya.

Alasan Saudi menjadi lebih terbuka, baca di halaman berikutnya...

Saudi yang Lebih Moderat

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER