Osman Kavala, Dibela 10 Dubes yang Bikin Erdogan Geram

CNN Indonesia
Minggu, 24 Oct 2021 10:00 WIB
Nama Osman Kavala kembali mencuat setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memerintahkan mengusir 10 dubes negara asing. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan geram dengan 10 dubes negara asing yang membela Osman Kavala. (AFP/ADEM ALTAN)

Tak hanya menekuni dengan isu lingkungan, Kavala tertarik dengan isu budaya. Ketertarikannya ini berujung pada dibuatnya organisasi non-profit Anadolu Kultur, organisasi yang mendukung kolaborasi kultural dan seni.

Kavala juga mendukung terciptanya Pusat Kesenian Diyarbakir. Pusat kesenian ini menjadi tempat berkumpulnya seniman dari Istanbul dan kota-kota Eropa untuk bertemu dengan seniman lokal dan merancang proyek kolaboratif. Ia juga menjadi tempat para seniman untuk memeroleh koneksi dan dukungan profesional, bersumber dari Anadolu Kultur.

Saat gempa di 1999 terjadi, Kavala turut membantu pengungsi dengan membuat perumahan sementara bersama dengan berbagai organisasi masyarakat sipil dan kemanusiaan.


Kavala juga membantu berdirinya Open Society Foundation di Turki. Organisasi ini diciptakan oleh miliarder kelahiran Hungaria, George Soros, untuk mendukung demokrasi dan transparansi di seluruh dunia.

Penangkapan Osman Kaval dilakukan karena pemerintah beranggapan Kavala mencoba menggulingkan pemerintahan Erdogan. Ia dituduh membiayai dan mengatur protes anti-pemerintah yang berlangsung pada 2013 yang dimulai di Taman Gezi.

Erdogan menilai protes yang terjadi merupakan upaya untuk menggulingkan kekuasaannya, bukan protes yang terjadi secara spontan. Erdogan juga menilai dirinya berhasil menggagalkan 'kelicikan' yang mencoba membebaskan Kavala.

Sementara itu, Kavala menilai penangkapannya merupakan bagian dari drama politik Erdogan yang masih ingin berkuasa atas Turki. Kaval juga berpendapat bahwa hakim dan jaksa bersikap sesuai dengan wacana politik Erdogan.

"Akibatnya, norma hukum terkikis dan banyak orang dipenjara secara tidak adil," tulis Kavala kala diwawancarai lewat surat di penjara.

"Karena saya adalah aktor utama dalam dakwaan fiktif dan juga satu-satunya terdakwa yang ditangkap dalam kasus ini, saya yakin situasi saya dinilai sebagai contoh kasus istimewa yang terjadi karena alasan politik," tulisnya lagi.

Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa di Strasbourg juga menyatakan bahwa penahanan Kavala dilakukan tanpa alasan yang masuk akal oleh Pengadilan Turki.

"Penahanannya (Kavala) dilakukan untuk menghukumnya karena menjadi pengkritik Pemerintah (Turki)," kata pengadilan.

"Untuk membuatnya berhenti menjadi aktivis NGO dan pembela hak asasi manusia, untuk mencegah orang lain terlibat dalam kegiatan yang sama dan melumpuhkan (kekuatan) masyarakat sipil di negara itu."

(pwn/bac)

[Gambas:Video CNN]
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER