Pandemi Bikin Kru Kapal Perang Australia Tak Bisa ke Darat
CNN Indonesia
Senin, 25 Okt 2021 19:58 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Komandan Kapal HMAS Canberra Commodore Mal Wise memberikan keterangan pers dari pintu utama kapal. (Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --
Usai berlabuh di Singapura, kapal Perang Australia HMAS Canberra 'mendarat; di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia pada Senin (25/10) pagi.
Karena pandemi Covid-19 yang masih merebak, aturan protokol pencegahan masih diterapkan salah satunya, awak media yang tak bisa mondar-mandir di kapal perang tersebut.
"Terlepas dari pembatasan Covid-19, kami melakukan keterlibatan tanpa kontak yang bermakna tanpa mitra pertahanan dan pemerintah kami," demikian pernyataan Indo Pacific Endeavour (IPE) 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indo-Pacific Endeavour (IPE) 2021, merupakan kegiatan yang terpusat pada kelompok tugas maritim dan berutujan memperkuat kemitraan Australia di kawasan. Salah satu wujud rangkaian kegiatan tersebut adalah kunjungan kapal ke negara kawasan.
Saat tiba di Indonesia, Komandan Indo-Pacific Endeavour 2021, Commodore Mal Wise, tampak semringah saat kapalnya tiba di Indonesia.
Upacara penyambutan kapal itu cukup hangat. Pasukan Angkatan Laut Indonesia menabuh alat drum band, meniup terompet dan sebagaimana angkatan bersenjata pada umumnya, memberikan salam hormat.
Setelahnya, empat anak-anak perempuan terlihat menari khas Betawi kemudian mengalungkan kain sebagai tanda penyambutan.
"Saya tahu kita akan menerima sambutan hangat yang sama di Indonesia, sebuah negara yang terkenal dengan keramahannya, dan seperti yang ditunjukkan dalam upacara penyambutan ini," kata Mal Wise saat pidato di kapal HMAS Canberra.
Ia menyampaikan sambutannya di dek kapal dengan memakai masker dan seragam khas pasukan Angkatan Laut Australia warna putih. Jarak antara pasukan negeri Kanguru dengan sekitar 4 hingga 5 meter.
"Sungguh menyenangkan kembali ke sini. Sudah lama sejak saya terakhir berkunjung. Tapi saya senang bisa kembali; mungkin tahun depan kita bisa bertatap muka," kata Mal Wise lagi.
Meski Covid-19 menjadi tantangan baru bagi dunia, tak terkecuali angkatan laut AL, Mal Wise mengaku program IPE-nya menjadi sarana yang ampuh untuk menjalin kerjasama bagi Australia.
"Untuk membentuk masa depan Indo-Lasifik sebagai negara yang terbuka, stabil, dan kawasan inklusif dan ASEAN sebagai pusatnya," ucap Mal Wise.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
HMAS Canberra pernah mengunjungi Indonesia dua tahun lalu, yakni pada 2019. Ketika itu, awak media diizinkan untuk berkeliling ke dalam kapal perang itu. Namun, kali ini karena terhalang Covid-19 safari kapal hanya berlangsung secara virtual.
Kapten Angkatan Laut Australia, Jace Hutchison, menjadi tour guide selama keliling online kapal itu. Mereka menjelaskan ruang-ruang tempat mereka bekerja secara singkat.
Ada ruang kendali, dek, fasilitas kesehatan, gim, ruak rekreasi dan dapur.
"(kapal) ini berlayar untuk membantu wilayah terdampak bencana lokal setempat," kata Jace.
Hutchison juga berbagi pengalamannya mengatur kru saat menghadapi bencana. Ia akan mengerahkan pasukan kataknya dengan memilih seefisien mungkin orang. Ia juga menceritakan saat menangani bencana di salah satu bagian di New South Wales.
Kapal ini memiliki panjang 230 meter dan berat 27 ribu ton. HMAS Canberra dirancang untuk memberikan bantuan medis dan kemanusiaan sehingga dilengkapi dengan satu rumah sakit. RS di kapal itu memiliki 40 tempat tidur, dan dua ruang operasi.
Sementara untuk dek penerbangan mencapai 200 meter dan dapat membawa 12 helikopter, 100 kendaraan dan kargo hingga 7 ribu ton.
Sejauh ini sudah ada 10 negara yang disinggahi kapal perang itu. Diantaranya, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, filipina, Singapura, Kamboja, Timur Leste dan Indonesia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Usai berlabuh di Singapura, kapal Perang Australia HMAS Canberra 'mendarat; di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia pada Senin (25/10) pagi.
Karena pandemi Covid-19 yang masih merebak, aturan protokol pencegahan masih diterapkan salah satunya, awak media yang tak bisa mondar-mandir di kapal perang tersebut.
"Terlepas dari pembatasan Covid-19, kami melakukan keterlibatan tanpa kontak yang bermakna tanpa mitra pertahanan dan pemerintah kami," demikian pernyataan Indo Pacific Endeavour (IPE) 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indo-Pacific Endeavour (IPE) 2021, merupakan kegiatan yang terpusat pada kelompok tugas maritim dan berutujan memperkuat kemitraan Australia di kawasan. Salah satu wujud rangkaian kegiatan tersebut adalah kunjungan kapal ke negara kawasan.
Saat tiba di Indonesia, Komandan Indo-Pacific Endeavour 2021, Commodore Mal Wise, tampak semringah saat kapalnya tiba di Indonesia.
Upacara penyambutan kapal itu cukup hangat. Pasukan Angkatan Laut Indonesia menabuh alat drum band, meniup terompet dan sebagaimana angkatan bersenjata pada umumnya, memberikan salam hormat.
Setelahnya, empat anak-anak perempuan terlihat menari khas Betawi kemudian mengalungkan kain sebagai tanda penyambutan.
"Saya tahu kita akan menerima sambutan hangat yang sama di Indonesia, sebuah negara yang terkenal dengan keramahannya, dan seperti yang ditunjukkan dalam upacara penyambutan ini," kata Mal Wise saat pidato di kapal HMAS Canberra.
Ia menyampaikan sambutannya di dek kapal dengan memakai masker dan seragam khas pasukan Angkatan Laut Australia warna putih. Jarak antara pasukan negeri Kanguru dengan sekitar 4 hingga 5 meter.
"Sungguh menyenangkan kembali ke sini. Sudah lama sejak saya terakhir berkunjung. Tapi saya senang bisa kembali; mungkin tahun depan kita bisa bertatap muka," kata Mal Wise lagi.
Meski Covid-19 menjadi tantangan baru bagi dunia, tak terkecuali angkatan laut AL, Mal Wise mengaku program IPE-nya menjadi sarana yang ampuh untuk menjalin kerjasama bagi Australia.
"Untuk membentuk masa depan Indo-Lasifik sebagai negara yang terbuka, stabil, dan kawasan inklusif dan ASEAN sebagai pusatnya," ucap Mal Wise.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
HMAS Perang Merapat ke Tanjung Priok Dua Tahun Lalu
HMAS Canberra merapat di pelabnuhan Tanjung Priok. CNN Indonesia/Anisa Dewi)
HMAS Canberra pernah mengunjungi Indonesia dua tahun lalu, yakni pada 2019. Ketika itu, awak media diizinkan untuk berkeliling ke dalam kapal perang itu. Namun, kali ini karena terhalang Covid-19 safari kapal hanya berlangsung secara virtual.
Kapten Angkatan Laut Australia, Jace Hutchison, menjadi tour guide selama keliling online kapal itu. Mereka menjelaskan ruang-ruang tempat mereka bekerja secara singkat.
Ada ruang kendali, dek, fasilitas kesehatan, gim, ruak rekreasi dan dapur.
"(kapal) ini berlayar untuk membantu wilayah terdampak bencana lokal setempat," kata Jace.
Hutchison juga berbagi pengalamannya mengatur kru saat menghadapi bencana. Ia akan mengerahkan pasukan kataknya dengan memilih seefisien mungkin orang. Ia juga menceritakan saat menangani bencana di salah satu bagian di New South Wales.
Kapal ini memiliki panjang 230 meter dan berat 27 ribu ton. HMAS Canberra dirancang untuk memberikan bantuan medis dan kemanusiaan sehingga dilengkapi dengan satu rumah sakit. RS di kapal itu memiliki 40 tempat tidur, dan dua ruang operasi.
Sementara untuk dek penerbangan mencapai 200 meter dan dapat membawa 12 helikopter, 100 kendaraan dan kargo hingga 7 ribu ton.
Sejauh ini sudah ada 10 negara yang disinggahi kapal perang itu. Diantaranya, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, filipina, Singapura, Kamboja, Timur Leste dan Indonesia.