Serangan Siber Rusia Targetkan Sistem Informasi AS

CNN Indonesia
Selasa, 26 Oct 2021 21:20 WIB
Microsoft, perusahaan teknologi Amerika Serikat menyebut organisasi teknologi yang berbasis Rusia kini mencoba menyerang sistem komputer AS. Foto ilustrasi hacker. (Istockphoto/ Xijian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Microsoft, perusahaan teknologi Amerika Serikat menyebut organisasi yang berbasis Rusia kini mencoba menyerang sistem komputer AS.

Sebelumnya, badan ini sempat menjadi biang kerok serangan di sistem SolarWinds yang terjadi tahun lalu.

"Serangan siber ini adalah indikasi lain yang menunjukkan Rusia tengah berusaha mendapatkan akses berbagai poin dalam rantai teknologi secara sistematis dan dalam jangka panjang, pun juga mengawasi target yang menarik pemerintah Rusia, sekarang atau di masa depan," demikian keterangan Microsoft.


Microsoft menyatakan Nobelium, organisasi teknologi pelaku serangan siber ini, kerap menargetkan penjual eceran dan penyedia layanan teknologi berbasis awan (cloud). Sejak 1 Juli sampai 19 Oktober, pihak Microsoft telah memperingatkan 609 pelanggannya akan serangan ini.

Walaupun demikian, Microsoft mengklaim hanya sedikit serangan yang berhasil menembus keamanan perusahaannya itu, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Reuters belum berhasil mendapatkan tanggapan dari pejabat keamanan siber AS.

Namun, seorang pejabat AS mengonfirmasi serangan ini dalam Times. Ia juga menyampaikan bahwa serangan ini dapat dicegah bila perusahaan penyedia layanan cloud menerapkan praktik keamanan siber dasar.

Sebelumnya, Microsoft juga memperingatkan bahwa peretas yang diduga berkaitan dengan pemerintah Iran menyerang berbagai perusahaan teknologi pertahanan dan transportasi maritim Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Microsoft, target peretasan itu termasuk perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah AS, Israel, dan Uni Eropa untuk membuat sistem satelit, teknologi drone, dan radar militer.

"[Pusat Intelijen Ancaman Microsoft] telah mengamati DEV-0343 melakukan penyemprotan kata sandi ekstensif terhadap lebih dari 250 penyewa Office 365, dengan fokus pada perusahaan teknologi pertahanan AS dan Israel," demikian laporan Microsoft.



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER