5 Mata-mata Wanita dari China hingga Belanda

CNN Indonesia
Sabtu, 15 Jan 2022 12:00 WIB
Christine Kui Lee hingga Anna Chapman, berikut sejumlah intelijen wanita sejumlah negara mulai China hingga Belanda. Foto ilustrasi. (Istockphoto/wragg)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa waktu lalu Inggris dikejutkan kabar soal intelijen China penyusup ke dalam parlemen. Perempuan tersebut diduga menjalankan aksinya dengan ikut mengintervensi politik di negara itu.

Selain di Inggris, ditemukan pula sejumlah wanita yang berakhir ditangkap karena menyusup dan mencuri informasi dari negara lain.

Berikut sejumlah intelijen wanita sejumlah negara mulai China hingga Belanda.


1. Christine Kui Lee

Belum lama ini, Parlemen Inggris dikabarkan telah disusupi oleh seorang wanita yang terkoneksi dengan Partai Komunis China (PKC). Christine Kui Lee dituduh turut mengintervensi kegiatan politik di Inggris.

Lembaga Keamanan Inggris, MI5, memperingatkan kepada anggota parlemen mengenai ditemukannya seorang intelijen wanita yang menyusupi Parlemen Inggris. Ia diduga telah beraksi secara diam-diam dengan Departemen Front Persatuan Buruh (UFWD), PKC.

Namun, kabar ini dibantah keras oleh Kedutaan Besar China di London. Mereka mengatakan China tidak pernah melakukan upaya intervensi demi mendapatkan pengaruh di parlemen asing.

"Kami tidak perlu dan tidak pernah berusaha 'mendapat pengaruh' di parlemen asing mana pun," sebut pernyataan Kedutaan Besar China, dikutip dari AFP, Jumat (14/1).

"Kami dengan tegas menentang tipu muslihat dan intimidasi terhadap komunitas Tionghoa di Inggris," lanjutnya.

2. Margaretha Zelle (Mata Hari)

Margaretha Zelle merupakan sosok mata-mata wanita yang dikenal sebagai penari eksotis. Wanita kelahiran Belanda yang lebih sering disebut Mata Hari ini diduga merupakan agen ganda untuk Jerman dan Prancis.

Pada awal 1917, George Ladoix, perwira intelijen militer Prancis, menangkap dan menginterogasi Zelle terkait dugaan spionase yang dilakukannya. Di hadapannya, Zelle mengaku bahwa ia menerima uang dari Jerman. Namun ia menyangkal pernah memberikan informasi berguna kepada Jerman.

Pada Oktober 1917, Zelle dieksekusi oleh regu tembak. Kisahnya yang menjadi seorang mata-mata telah menginspirasi banyak karya seni, mulai dari film, teater, lukisan, hingga lukisan.

3. Josephine Baker

Josephine Baker dikenal sebagai mata-mata wanita untuk Prancis. Wanita asal Amerika ini merupakan wanita kulit hitam pertama yang memasuki kota terkenal Pantheon.

Baker merupakan seorang artis, penyanyi, dan penari yang cukup terkenal di abad ke-20. Ia direkrut menjadi mata-mata untuk Prancis diduga untuk menunjukkan rasa terima kasihnya kepada negara yang telah membuatnya berkontribusi dalam upaya perang.

Baker diketahui pernah dikirim ke kedutaan Italia sebagai salah satu tes spionase. Pada tes tersebut, ia berhasil mengekstrak informasi sensitif dari atase negara itu dan berhasil membawanya kembali untuk laporan.

Sejak saat itu, Baker dilatih berbagai teknik mata-mata oleh Jacques Abtey, seorang intelijen Prancis ternama era itu. Ia dipercaya memiliki pesona kuat serta kemampuan untuk berganti peran yang dapat membantu dirinya dalam menjalankan tugas.

Pada 1941, ia dipercaya menjadi mata-mata dan menetap di Afrika Utara. Berbagai perjalanan juga pernah dilalui Baker, mulai dari Casablanca ke Lisbon, Seville, Madrid, Barcelona, mengadakan konser, hingga menghadiri berbagai resepsi. Ia juga memberikan catatan tertulis yang disematkan di pakaian dalamnya kepada sejumlah agen Inggris.

Baker juga dikenal sebagai aktivis dengan jiwa sosial yang tinggi. Ia vokal menuntut emansipasi bagi masyarakat.

Serupa dengan Mata Hari, kisah Josephine Baker juga dimuat dalam berbagai karya, seperti buku, film, serta dokumenter. Beberapa nama jalan, alun-alun, maupun sekolah di Prancis juga turut dinamai menggunakan namanya.



Ginna Bennett dan Anna Chapman

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER