Pemuka Yahudi Inggris Mundur Usai Komentar Perang dengan Islam

blq | CNN Indonesia
Sabtu, 15 Jan 2022 06:15 WIB
Gary Mond, Wakil Presiden Dewan Perwakilan Yahudi Inggris, mundur setelah diskors karena berkomentar sarat kebencian terhadap Islam. Sekelompok umat Yahudi tengah merayakan Hari Sukkot pada September 2021 lalu. (Foto: AP/Sebastian Scheiner)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota senior organisasi Yahudi terbesar di Inggris mengundurkan diri setelah diskors atas komentarnya di media sosial yang dianggap memusuhi Islam.

Gary Mond, Wakil Presiden Dewan Perwakilan Yahudi Inggris, dan Bendahara Dana Nasional Yahudi cabang Inggris, mengunggah komentarnya di Facebook yang berisikan bahwa "semua peradaban berperang dengan Islam".

"Kita (bangsa Yahudi) harus berharap bahwa para pemimpin kita menyadari fakta semua peradaban-Barat dan Timur, Amerika, Rusia, China, Israel, apa pun, itu tengah berperang dengan bajingan jahat ini, saya harus mengatakannya, berperang dengan islam. Dan sebagaimana Islam telah kalah sebelumnya dalam sejarah, Islam akan kalah lagi," ucap Mond dalam unggahan di Facebok.


Akibat komentarnya itu dan beberapa aktivitasnya di mediasosial yang dianggap mengumbar kebencian, Mond akhirnya diskors hingga akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya di organisasi tersebut.

"Orang-orang penting di Dewan telah memperjelas bahwa mereka tidak lagi ingin bekerja dengan saya, yang secara efektif mendorong keputusan saya (untuk mundur)," ujar Mond dalam pernyataan pengunduran dirinya, seperti dikutip dari Times of Israel, Jumat (14/1).

Penangguhan Mond ini menyusul laporan The Jewish News of London mengenai aktivitasnya di media sosial dalam beberapa tahun terakhir.

The Jewish News menemukan bahwa Mond dua kali menyukai postingan di Facebook yang ditulis oleh Pamela Geller, seorang aktivis anti-Islam keturunan Yahudi-Amerika.

"Kami sangat menyesali keadaan yang menyebabkan pengunduran diri Gary, yang menjadi catatan publik. Sebagai sebuah organisasi, kami berkomitmen untuk membina hubungan yang kuat dan positif dengan agama lain dan komunitas minoritas," tulis Dewan dalam sebuah pernyataan.

Dalam pernyataannya, Mond menuliskan permintaan maafnya atas tindakannya. Meski begitu, ia tetap membela bahwa komentarnya itu bukan bermaksud menebar kebencian, tetapi lebih kepada "perbedaan pendapat."

"Saya meminta maaf atas segala luka yang ditimbulkan akibat aktivitas Facebook saya bertahun-tahun yang lalu. Namun, ini tidak bisa menjadi pembenaran untuk setiap upaya untuk membungkam pemikiran yang kontradiktif," tulis Mond.

"Saya mengambil pandangan yang sangat positif dari komunitas Muslim di negara ini dan senang bekerja dengan mereka, menentang dan mengutuk hanya untuk mereka yang ingin menyakiti komunitas Yahudi dan komunitas lain," lanjutnya.

Selain Gary Mond, kepala JNF UK Samuel Hayek juga terlibat dalam kontroversi tentang Islam. Kejadian itu bermula dari penyataannya tentang Islam saat wawancara dengan Jewish News.

Dalam wawancara tersebut, Hayek mengatakan orang-orang Yahudi "tidak memiliki masa depan" di Inggris karena imigrasi Muslim terus meningkat.

Terkait hal ini, Komisi Amal Inggris telah melakukan penyelidikan terhadap JNF Inggris.

"Prosesnya mungkin berlangsung 10 tahun, mungkin juga kurang, siapa tahu, orang Yahudi tidak akan bisa tinggal di Inggris. Saya rasa tidak ada yang bisa menghentikannya," kata Hayek menjawab pertanyaan terkait masa depan Yahudi Inggris.

"Buktinya adalah banyaknya imigran ke Inggris. Demografi masyarakat Inggris sedang berubah. Peristiwa sejarah terkadang membutuhkan waktu lama untuk diidentifikasi. Jelas bahwa Inggris sedang berubah. Bila Anda melihat Prancis, dengan angka, tidak akan ada yang percaya 20 tahun yang lalu keadaan komunitas Yahudi seperti sekarang ini," ujar Hayek.

(blq/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER