Washington Tuduh Rusia Sandera Relawan AS, Moskow Buka Suara

pwn | CNN Indonesia
Sabtu, 18 Jun 2022 05:15 WIB
Moskow buka suara atas tuduhan Amerika Serikat bahwa Rusia menculik dan menyandera relawan AS di Ukraina. Juru bicara Kepresidenan Rusia, Dimitriy Peskov, buka suara soal tudingan AS bahwa Moskow sandera relawan di Ukraina. (AFP Photo/Maxim Shemetov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Moskow buka suara atas tuduhan Amerika Serikat bahwa Rusia menculik dan menyandera relawan AS di Ukraina.

Rusia menegaskan mereka tidak tahu soal relawan AS yang membantu Ukraina.


"Tidak, kami tidak tahu apapun soal itu," kata Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, kepada CNN, Jumat (17/6).

Sementara itu, sebanyak dua relawan AS yang membantu Ukraina dalam perang dikabarkan hilang selama hampir sepekan.

Insiden itu membuat keluarga dan rekan pejuang lain khawatir mereka telah ditangkap pasukan Rusia.

[Gambas:Video CNN]

Kedua relawan AS tersebut adalah Alexander John-Robert Drueke (39) dan Andy Tai Ngoc Huynh (27). Keduanya berasal dari Alabama.

Melihat kasus ini, pemerintah AS mendesak Rusia untuk memperlakukan relawan AS yang ditangkap dengan perlakuan manusiawi.

"Rusia memiliki kewajiban tertentu dan anggota dari pasukan Ukraina, termasuk relawan dari negara ketiga yang bergabung dengan angkatan bersenjata, harus diperlakukan sebagai tahanan perang di bawah Perjanjian Jenewa," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price, pada Kamis (16/6).

"[Tahanan perang] harus mendapatkan perlakuan dan perlindungan sesuai dengan status tersebut, termasuk perlakuan kemanusiaan, proses fundamental, dan jaminan pengadilan yang adil," lanjutnya.

(bac/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER