Cip AS di Tank Rusia, Washington Waswas

CNN Indonesia
Jumat, 17 Jun 2022 15:38 WIB
AS menemukan cip komputer yang dibuat oleh perusahaan teknologi negara itu di beberapa perangkat dan kendaraan militer Rusia seperti tank di Ukraina. AS deteksi cip buatan negara itu di tank Rusia. (REUTERS/ALEXANDER ERMOCHENKO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Amerika Serikat menemukan cip komputer yang dibuat oleh perusahaan teknologi negara itu di beberapa perangkat dan kendaraan militer Rusia seperti tank di Ukraina.

Menurut keterangan sumber , Kementerian Perdagangan bersama dengan Biro Investigasi Federal (FBI) mu;ai waswas dan meluncurkan investigasi terkait temuan cip hingga komponen Barat yang ditemukan di beberapa perangkat militer Rusia.

Produk Barat itu ditemukan di sistem radar, drone, tank, perangkat pengendali darat, dan kapal milik militer Rusia.


Kedua badan itu dikabarkan sedang mengunjungi beberapa perusahaan untuk menanyakan isu ini.

"Tujuan kami sebenarnya adalah mencoba melacak ke belakang, ke penyuplai Amerika Serikat untuk mengetahui bagaimana itu [cip] berada di sistem senjata [Rusia]," kata seorang pejabat Kementerian Perdagangan AS.

"Hanya karena sebuah cip, cip perusahaan, ditemukan di sebuah sistem senjata bukan berarti kami bakal membuka penyelidikan terhadap perusahaan itu. Apa yang kami lakukan adalah membuka investigasi untuk mengetahui bagaimana cip perusahaan tersebut berada di sistem itu," lanjutnya.

Seorang pengacara yang mewakili salah satu perusahaan teknologi yang diselidiki mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan dengan 'jaring luas.' Para penyelidik tengah meneliti berbagai jenis cip dan komponen elektronik lain untuk mengetahui bagaimana produk itu bisa sampai ke militer Rusia.

[Gambas:Video CNN]

Menurut keterangan sang pengacara, beberapa pertanyaan yang diajukan pemerintah AS adalah apakah perusahaan menjual produk mereka ke beberapa industri tertentu, termasuk distributor, yang mungkin saja terlibat dalam rantai perdagangan.

The Washington Post melaporkan, berdasarkan investigasi dari beberapa negara, ditemukan bahwa sejumlah perangkat elektronik Barat yang terpasang pada senjata Rusia ditemukan di Ukraina.

Kebanyakan komponen tersebut telah dibuat beberapa tahun lalu, sebelum AS memperketat pembatasan ekspor imbas ulah Kremlin mencaplok Crimea.

Namun, Riset Persenjataan Konflik (CAR) menemukan beberapa komponen dibuat pada 2020. CAR sendiri merupakan lembaga riset di London yang sempat memeriksa beberapa komponen itu.

Pada bulan lalu, CAR sempat mengirim penyelidik ke Ukraina untuk memeriksa senjata dan alat komunikasi Rusia. Dari penyelidikan itu, mereka menemukan keberadaan beberapa komponen dari 70 perusahaan yang berbasis di AS dan Eropa.

Menurut keterangan salah satu penyidik CAR, Damien Spleeters, komponen itu ditemukan dalam radio militer, sistem pertahanan darat, dan sisa rudal jelajah.

Spleeters juga mengatakan CAR menolak membeberkan identitas perusahaan teknologi Barat yang terlibat, mengingat pihaknya masih mengontak mereka untuk meminta lebih banyak informasi.

"[Temuan] ini penting bagi saya karena ini menunjukkan meski Rusia mencaplok Crimea dan paket sanksi pertama telah dijatuhkan, mereka masih bisa mendapatkan teknologi penting, komponen penting untuk bagian penting perangkat yang mereka gunakan untuk melawan Ukraina," kata Spleeters.

Spleeters juga menerangkan beberapa cip yang ditemukan di perangkat radio Rusia memiliki tanda identitas yang dirusak. Ini menimbulkan dugaan seseorang ingin mempersulit pencarian oknum yang terlibat dalam rantai suplai cip itu.

Beberapa cip yang diproduksi pada 2017 sampai 2020 juga ditemukan di sisa-sisa rudal yang diluncurkan di Kota Mykolaiv, Ukraina pada 29 Maret lalu. Kala itu, pasukan Rusia berupaya menguasai sebagian besar pantai Laut Hitam.

Selain itu, Spleeters mengungkapkan cip buatan Barat yang dibuat pada 2013 sampai 2018 ditemukan pada rudal yang digunakan Rusia saat hari pertama invasi.

Sementara itu, lembaga think-tank Inggris, Royal United Services Institute (RUSI) turut memeriksa keberadaan cip ini dalam perangkat militer Rusia.

Berdasarkan laporan RUSI, beberapa cip buatan perusahaan AS ditemukan dalam satu perangkat pengacau radio Rusia bernama Borisoglebsk-2. Perusahaan produsen cip yang diidentifikasi RUSI yakni Intel, Analog Device, Texas Instruments, dan Onsemi.

Komponen tersebut juga memuat beberapa cip buatan Eropa, Jepang, dan Taiwan.

Menurut keterangan salah satu penulis laporan, Nick Reynolds, Borisoglebsk-2 dibuat untuk mengganggu alat komunikasi musuh. Ia juga mengatakan perangkat itu diproduksi pada 2015 atau setelahnya.

Menurut Reynold, penggunaan cip Barat dalam militer Rusia ini disebabkan Kremlin kesulitan mendapatkan pekerja bertalenta.

"Industri pertahanan sulit menarik dan mendapatkan teknisi muda yang bertalenta, yang seringkali memilih pindah ke luar negeri," kata Reynold.

Respons perusahaan terkait dugaan cip di alutsista Rusia, baca di halaman berikutnya...

Bantahan Sejumlah Perusahaan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER