Pelosi tiba di Taiwan pada Selasa lalu. Tindakan ini membuat China murka. Padahal, sebelumnya Beijing sudah memperingatkan AS agar mereka membatalkan kunjungan itu.
Jika lawatan tersebut terealisasi, China akan mengambil tindakan keras bahkan militer.
Di hari saat Pelosi tiba, Beijing mengerahkan 21 jet tempur ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan. Di hari itu pula, mereka mengumumkan latihan militer besar-besaran.
Latihan itu berlangsung mulai Kamis hingga Minggu. Agenda ini meliputi latihan peluncuran rudal jarak jauh dan latihan tempur.
Di hari pertama latihan, China meluncurkan 11 rudal Dongfeng ke perairan dekat Taiwan. Hari ini, Beijing mengerahkan 10 kapal perang dan 20 pesawat tempur melintasi garis tengah Taiwan.
Banyak pihak yang mengecam latihan itu. Beberapa menilai China berlebihan, dan tak bertanggung jawab.
Berikut empat negara yang kecam latihan militer China di Selat Taiwan.
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat mengecam latihan militer China yang dianggap provokatif di sekitar Taiwan. Mereka menilai tindakan ini, tak bertanggung jawab.
Penasihat Keamanan AS, Jake Sullivan, menganggap memperingatkan bahaya yang tak terkendali terkait latihan militer itu.
"Setiap kali militer terlibat dalam serangkaian kegiatan yang mencakup kemungkinan uji coba rudal, latihan tembakan langsung, jet tempur berterbangan di langit dan kapal bergerak di laut, kemungkinan semacam insiden itu nyata," kata Sullivan dikutip AFP pada Rabu lalu.
Dia mendesak Beijing mengurangi ketegangan di Selat Taiwan. Sullivan juga berharap China bertindak secara bertanggung jawab dan menghindari eskalasi yang dapat menyebabkan kesalahan perhitungan di udara atau di laut.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
2. Jepang
Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, mengutuk latihan militer China usai lima rudal mereka diduga mendarat di Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) Jepang pada Kamis.
"Tindakan China saat ini berdampak serius terhadap perdamaian dan stabilitas wilayah kami dan komunitas internasional," kata Kishida dikutip News 18.
Ia kemudian berujar, "Saya mengatakan kepadanya bahwa kami telah menyerukan pembatalan segera latihan militer."
Terpisah, Menteri Luar Negeri Jepang, Yoshimi Hayashi, Yoshimasa hayashi, menyerukan hal serupa.
"Saya sekali lagi menuntut penghentian segera latihan militer ini," kata Hayashi kepada wartawan pada Selasa lalu.
Jepang kemudian mengajukan protes diplomatik ke China atas dugaan pendaratan rudal di ZEE Jepang.
3. Korea Selatan
Korsel juga dibuat khawatir gegara latihan militer tersebut.
"Sikap pemerintahan kami adalah menjaga komunikasi yang erat dengan pihak-pihak terkait atas dasar bahwa perdamaian dan stabilitas di kawasan melalui dialog dan kerja sama itu penting," kata seorang pejabat Korsel dikutip AFP.
4. Australia
Senator Australia, James Patterson, mengecam latihan militer China.
"Tanggapan yang sangat tak proporsional untuk menembakkan rudal balistik ke perairan teritorial tetangga Anda sebagai tanggapan atas delegasi kongres," kata Paterson dikutip Voice of America.
Sementara itu, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyerukan kedua pihak agar menahan diri.
"[Australia] mempertimbangkan kerja sama dan hubungan positif dengan China, yang mana kita bisa membela nilai-nilai Australia dan kepentingan nasional," jelas dia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Latihan militer China di Selat Taiwan menjadi sorotan dunia usai Beijing menembakkan 11 rudal ke perairan dekat pulau tersebut pada Kamis (4/8).
Tindakan ini sebagai respons lawatan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan tempo hari.
Pelosi tiba di Taiwan pada Selasa lalu. Tindakan ini membuat China murka. Padahal, sebelumnya Beijing sudah memperingatkan AS agar mereka membatalkan kunjungan itu.
Jika lawatan tersebut terealisasi, China akan mengambil tindakan keras bahkan militer.
Di hari saat Pelosi tiba, Beijing mengerahkan 21 jet tempur ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan. Di hari itu pula, mereka mengumumkan latihan militer besar-besaran.
Latihan itu berlangsung mulai Kamis hingga Minggu. Agenda ini meliputi latihan peluncuran rudal jarak jauh dan latihan tempur.
Di hari pertama latihan, China meluncurkan 11 rudal Dongfeng ke perairan dekat Taiwan. Hari ini, Beijing mengerahkan 10 kapal perang dan 20 pesawat tempur melintasi garis tengah Taiwan.
Banyak pihak yang mengecam latihan itu. Beberapa menilai China berlebihan, dan tak bertanggung jawab.
Berikut empat negara yang kecam latihan militer China di Selat Taiwan.
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat mengecam latihan militer China yang dianggap provokatif di sekitar Taiwan. Mereka menilai tindakan ini, tak bertanggung jawab.
Penasihat Keamanan AS, Jake Sullivan, menganggap memperingatkan bahaya yang tak terkendali terkait latihan militer itu.
"Setiap kali militer terlibat dalam serangkaian kegiatan yang mencakup kemungkinan uji coba rudal, latihan tembakan langsung, jet tempur berterbangan di langit dan kapal bergerak di laut, kemungkinan semacam insiden itu nyata," kata Sullivan dikutip AFP pada Rabu lalu.
Dia mendesak Beijing mengurangi ketegangan di Selat Taiwan. Sullivan juga berharap China bertindak secara bertanggung jawab dan menghindari eskalasi yang dapat menyebabkan kesalahan perhitungan di udara atau di laut.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Jeoang hingga Australia
Jet tempur China lintasi Taiwan. (AFP/HECTOR RETAMAL)
2. Jepang
Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, mengutuk latihan militer China usai lima rudal mereka diduga mendarat di Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) Jepang pada Kamis.
"Tindakan China saat ini berdampak serius terhadap perdamaian dan stabilitas wilayah kami dan komunitas internasional," kata Kishida dikutip News 18.
Ia kemudian berujar, "Saya mengatakan kepadanya bahwa kami telah menyerukan pembatalan segera latihan militer."
Terpisah, Menteri Luar Negeri Jepang, Yoshimi Hayashi, Yoshimasa hayashi, menyerukan hal serupa.
"Saya sekali lagi menuntut penghentian segera latihan militer ini," kata Hayashi kepada wartawan pada Selasa lalu.
Jepang kemudian mengajukan protes diplomatik ke China atas dugaan pendaratan rudal di ZEE Jepang.
3. Korea Selatan
Korsel juga dibuat khawatir gegara latihan militer tersebut.
"Sikap pemerintahan kami adalah menjaga komunikasi yang erat dengan pihak-pihak terkait atas dasar bahwa perdamaian dan stabilitas di kawasan melalui dialog dan kerja sama itu penting," kata seorang pejabat Korsel dikutip AFP.
4. Australia
Senator Australia, James Patterson, mengecam latihan militer China.
"Tanggapan yang sangat tak proporsional untuk menembakkan rudal balistik ke perairan teritorial tetangga Anda sebagai tanggapan atas delegasi kongres," kata Paterson dikutip Voice of America.
Sementara itu, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyerukan kedua pihak agar menahan diri.
"[Australia] mempertimbangkan kerja sama dan hubungan positif dengan China, yang mana kita bisa membela nilai-nilai Australia dan kepentingan nasional," jelas dia.