RI Untung atau Buntung Jika China dan Taiwan Berperang?

CNN Indonesia
Sabtu, 06 Agu 2022 18:20 WIB
Pengamat memprediksi Indonesia terdampak jika China dengan Taiwan berperang. Positif atau negatif? Dua pakar mengungkapkan skenario berbeda. Salah satu rudal yang ditembakkan China ke perairan Taiwan, 4 Agustus. Ketegangan dua negara diprediksi berdampak pada RI. (Foto: AP/Lai Qiaoquan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketegangan antara China dan Taiwan bakal berdampak pada perekonomian Indonesia jika berujung peperangan sungguhan. Masalahnya, positif atau negatif?

Pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia (UI) Suzie Sudarman memprediksi Indonesia justru akan berjaya jika ketegangan kedua negara berujung perang.

Suzie berkata perang pasti akan memantik kenaikan harga komoditas. Sementara itu, Indonesia mengekspor berbagai macam komoditas yang dibutuhkan dunia, termasuk batubara.

"Tidak akan rugi kalau saya bilang. Peperangan menaikkan komoditas, yang kita miliki bahan mentah. Jadi, bahan mentah itu menjadi sumber dari economic growth Indonesia," kata Suzie saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (6/8).

Menurut Suzie, Indonesia tidak perlu khawatir dengan ketegangan di Selat Taiwan. Pemerintah juga diminta tak terlalu terburu-buru menyikapi kondisi ini.

Dia menyarankan pemerintah melihat perkembangan situasi yang ada. Suzie berkata pernyataan sikap oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah cukup.

"Sementara belum perang, Pak Jokowi enggak usah turun tanganlah," ujarnya.

Di pihak lain, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai kondisi geopolitik yang tidak juga mereda bisa menyebabkan pelaku usaha tidak tenang dalam menjalankan kegiatan usahanya.

"Memang masalah geopolitik ini kalau tidak mereda, situasi tidak tenang, tidak aman, tidak stabil, maka ini tidak akan membuat perekonomian tumbuh, tidak membuat pelaku usaha tenang dalam menjalankan kegiatan ekonominya," katanya dalam webinar "Prospek Pemulihan Ekonomi Indonesia di Tengah Perubahan Geopolitik Pasca Pandemi", Rabu (3/8) dikutip dari Antara.

Hikmahanto menilai meski saat ini dunia baru saja selesai dari pandemi Covid-19, meski belum sepenuhnya, masih ada kondisi-kondisi geopolitik yang cukup mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia.

Kondisi tersebut diantaranya perang antara Ukraina dan Rusia, serta gesekan antara China dan Taiwan yang baru-baru ini terjadi.

Rektor Universitas Jenderal A. Yani itu mengkhawatirkan respons Pemerintah China yang mungkin akan membentuk operasi militer khusus terhadap Taiwan. Hal itu serupa dengan yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina.

"Kalau ini terjadi, maka kawasan kita, yang akan terdampak sangat luar biasa. Kawasan kita yang kemudian akan bergejolak dan pelaku bisnis itu tidak akan melakukan usaha mereka dengan tenang," jelasnya.

Sebelumnya, China menggelar simulasi perang di perbatasan Taiwan. Langkah itu dilakukan setelah Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi berkunjung ke Taiwan.

China merasa kedaulatannya diacak-acak oleh Amerika. Beijing menembakkan 11 rudal ke perairan dekat pulau utama Taiwan pada Kamis (4/8).

(dhf/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER