Siapa Giorgia Meloni yang Bakal Jadi PM Perempuan Pertama Italia?

CNN Indonesia
Senin, 26 Sep 2022 08:36 WIB
Siapa Giorgia Meloni yang Bakal Jadi PM Perempuan Pertama Italia?
Giorgia Meloni. (Foto: AFP/ALBERTO PIZZOLI)

Perempuan kelahiran 1977 itu disebut menjadi politikus berhaluan sayap kanan demi membalas dendam ayahnya berhaluan politik sayap kiri.

Sang ayah, Francesco, meninggal dia dan sang ibu ketika Meloni baru berusia satu tahun.

Meloni mulai mengenal politik sejak usia 15 tahun. Saat pindah ke Garbatella, Meloni bergabung dengan sayap pemuda neo-fasis Youth Front. Ketika mahasiswa, Meloni menjadi presiden gerakan mahasiswa Aliansi Nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak itu, Meloni berteman dekat dengan berbagai aktivis politik termasuk yang kini menjadi Presiden Wilayah Abruzzo, Marco Marsilio.

Marsilio mengatakan Meloni telah lama menjadi sosok perempuan yang tegas dan vokal terhadap apa yang ia yakini terutama dalam berpolitik. Ia bahkan mengatakan Meloni berani menghentikan siapa pun yang mengambil mikrofon darinya dalam sebuah pertemuan mahasiswa.

"Dia (Meloni) punya keberaniaan seperti singa," kata Marsilio seperti dikutip BBC.

Meloni sendiri memantapkan citranya sebagai politikus nasionalis sayap kanan yang menentang aborsi, kebijakan euthanasia, hingga hubungan sesama jenis. Dia juga menentang migrasi warga non-Eropa ke Benua Biru dan multikulturalisme.

Beberapa pihak bahkan menuding Meloni xenofobia hingga anti-Islam. Meski begitu, belum ada pernyataan langsung Meloni sampai saat ini berbau sentimen anti-Islam.

Sementara itu, walau pro terhadap aliansi pertahanan NATO, Meloni memiliki pandangan Eurosceptic.

Pada 2008, Meloni didapuk menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga di usia 31 tahun dan menjadi menteri termuda Italia.

Pada 2012, Meloni membentuk partainya sendiri, Persaudaraan Italia.

(rds)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Giorgia Meloni menjadi perdana menteri perempuan pertama dan terpilih Italia setelah ia dan partai sayap kanannya, Persaudaraan Italia, dipastikan mendapat suara terbanyak dalam pemilu Minggu (25/9).

Exit polls yang dipublikasi lembaga penyiaran Rai dan Quorum/YouTrend mencatat koalisi partai berhaluan kanan, Persaudaraan Italia, berada di puncak perlombaan dengan perolehan suara antara 41 dan 45 persen. Hasil perhitungan suara resmi akan diumumkan pada Senin (26/9) pagi waktu Italia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kemenangan ini, Italia bakal dipimpin dengan pemerintahan berhaluan ekstrem kanan pertama sejak era fasis Benito Mussolini 1922-1945.

Popularitas Meloni dan partainya terus meroket dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum memenangkan pemilu ini, Partai Persaudaraan Italia sempat hanya meraup 4,5 persen suara dalam pemilu 2018.

Dikutip CNN, Meloni merupakan seorang ibu berusia 45 tahun asal Roma. Selama kampanye, dirinya menyerukan slogan "Tuhan, negara, dan keluarga".

Meloni memimpin Partai Persaudaraan Italia yang selama ini menjunjung pandangan skeptis soal persatuan Eropa dalam Uni Eropa, kebijakan anti-imigrasi, dan anti-LGBTQ hingga hak aborsi.

[Gambas:Video CNN]

Meloni memiliki pandangan yang cukup berbeda dalam sejumlah isu jika dibandingkan dengan sejumlah pesaingnya dalam pemilu kali ini seperti Silvio Berlusconi dan Matteo Salvini, terutama soal invasi Rusia ke Ukraina.

Meloni menegaskan dirinya membela Ukraina dan sejauh ini tidak memiliki hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, berbeda dengan kedua pesaingnya itu yang malah ingin meninjau kembali sanksi terhadap Rusia.

"Dalam dunia politik di mana setiap orang mengatakan satu hal dan melakukan hal lain yang berbeda, sistem nilai [partai] kami cukup jelas," kata Meloni dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post.

"Anda mungkin suka atau tidak suka, tapi kami tidak pernah menyesatkan," paparnya lagi.

Meloni akan menjadi PM Italia di masa-masa yang cukup sulit terutama dalam hal menghadapi lonjakan biaya energi terutama gas imbas perang Rusia vs Ukraina hingga ketidakpastian perekonomian negara.

Meloni pernah jadi menteri termuda Italia hingga dicap anti-Islam, baca di halaman berikutnya >>>

 



Dicap Anti-Islam sampai Anti-Eropa

Giorgia Meloni. (Foto: AFP/ALBERTO PIZZOLI)

Perempuan kelahiran 1977 itu disebut menjadi politikus berhaluan sayap kanan demi membalas dendam ayahnya berhaluan politik sayap kiri.

Sang ayah, Francesco, meninggal dia dan sang ibu ketika Meloni baru berusia satu tahun.

Meloni mulai mengenal politik sejak usia 15 tahun. Saat pindah ke Garbatella, Meloni bergabung dengan sayap pemuda neo-fasis Youth Front. Ketika mahasiswa, Meloni menjadi presiden gerakan mahasiswa Aliansi Nasional.

Sejak itu, Meloni berteman dekat dengan berbagai aktivis politik termasuk yang kini menjadi Presiden Wilayah Abruzzo, Marco Marsilio.

Marsilio mengatakan Meloni telah lama menjadi sosok perempuan yang tegas dan vokal terhadap apa yang ia yakini terutama dalam berpolitik. Ia bahkan mengatakan Meloni berani menghentikan siapa pun yang mengambil mikrofon darinya dalam sebuah pertemuan mahasiswa.

"Dia (Meloni) punya keberaniaan seperti singa," kata Marsilio seperti dikutip BBC.

Meloni sendiri memantapkan citranya sebagai politikus nasionalis sayap kanan yang menentang aborsi, kebijakan euthanasia, hingga hubungan sesama jenis. Dia juga menentang migrasi warga non-Eropa ke Benua Biru dan multikulturalisme.

Beberapa pihak bahkan menuding Meloni xenofobia hingga anti-Islam. Meski begitu, belum ada pernyataan langsung Meloni sampai saat ini berbau sentimen anti-Islam.

Sementara itu, walau pro terhadap aliansi pertahanan NATO, Meloni memiliki pandangan Eurosceptic.

Pada 2008, Meloni didapuk menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga di usia 31 tahun dan menjadi menteri termuda Italia.

Pada 2012, Meloni membentuk partainya sendiri, Persaudaraan Italia.


HALAMAN:
1 2