Beda Nasib Bangsa Yahudi dan Kurdi yang Tak Punya Negara

CNN Indonesia
Senin, 26 Sep 2022 16:08 WIB
Bangsa Kurdi hingga kini belum memiliki negara resmi, berbeda dengan Bangsa Yahudi yang sudah memiliki negara Israel di Timur Tengah. Beda nasib Bangsa Yahudi dan Kurdi. (AFP PHOTO / EDUARDO MUNOZ ALVAREZ)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kurdi merupakan bangsa yang tak memiliki negara resmi. Kondisi ini, nyaris serupa dengan bangsa Yahudi dengan negara Israel.

Lalu bagaimana perbedaan nasib keduanya?

Perbedaan nasib keduanya terletak pada negara resmi yang mereka miliki. Bangsa Kurdi tak pernah mendapat status sebagai negara era modern, sementara Israel memilikinya.

Kurdi sempat menjadi pemimpin di sejumlah dinasti, yakni Hasanwayhid, Annazid, dan Ayyubid.

Bangsa Kurdi hidup menyebar di berbagai negara. Mereka ada yang tinggal di Pegunungan Taurus di Anatolia, Pegunungan Zagros di Iran, serta beberapa wilayah Irak, Suriah, dan Armenia, demikian dikutip Britannica.

Kebanyakan warga Kurdi hidup di teritori Iran, Irak, dan Turki. Namun, mereka kerap tersingkir.

[Gambas:Video CNN]

Di Turki, pemerintah mencoba menghapus identitas Kurdi dan melarang mereka menggunakan pakaian khas mereka.

Di Iran, Kurdi kerap menjadi sasaran persekusi yang menganut ajaran Muslim Syiah. Pada 1979, Ayatollah Khomeini bahkan memperingatkan akan mengambil tindak tegas.

Sementara itu, di Israel merupakan negara kecil di Timur Tengah. Negara ini berada di Pantai Timur Mediterania.

Asal Mula Israel

Israel pertama muncul sejak akhir abad ke-13 SM, yang saat itu disebut sebagai suatu bangsa, di Prasasti Merneptah Mesir. Mereka mendiami wilayah yang disebut Kanaan.

Beberapa abad kemudian terdapat dua kerajaan di wilayah itu yakni Kerajaan Israel dan Kerajaan Yahudi atau yang disebut Yahudi.

Kemudian sekitar pada 722 SM, Kerajaan Neo-Asyur yang berbasis di Irak menaklukan kerajaan Israel, demikian dikutip The Conversation.

Sejak saat itu, kerajaan Israel tak lagi terdengar gaungnya.

Kurang dari setengah abad kemudian, Kerajaan Romawi berhasil menggulingkan Yahudi. Ibu kota mereka, Jerusalem juga dijarah. Banyak bangsa Yahudi kemudian diasingkan ke Babilonia.

Setelah pengasingan berakhir, banyak Bangsa Yahudi kembali ke wilayah asal.
Mereka sempat melakukan pemberontakan, namun gagal.

Imbasnya, Kaisar Romawi Hadrian mengusir Bangsa Yahudi dari Yerusalem.

Ia memutuskan kota dan wilayah di sekitarnya menjadi bagian dari entitas yang disebut "Suriah-Palestina."

Nama "Palestina" diambil dari wilayah pesisir orang Filistin kuno, musuh bangsa Israel (nenek moyang orang Yahudi).

Pada abad ketujuh, Bangsa Islam melakukan Timur Tengah. Orang-orang Arab juga mulai menetap di bekas Palestina.

Kemudian perang Perang Salib berkecamuk pada 1096 hingga 1270. Perang ini terjadi antara Bizantium Romawi Timur dan Pasukan Muslim memperebutkan wilayah terutama Yerusalem.

Pasukan Romawi berhasil merebut kawasan itu. Perang Salib II kembali berkecamuk pada 1144 hingga 1187. Kali ini, pasukan Muslim menang.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Zionisme dan Kendali Inggris

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER