Siapa Kemal Kilicdaroglu Saingan Berat Erdogan di Pemilu Turki?
CNN Indonesia
Sabtu, 13 Mei 2023 13:18 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Foto: Ketua Partai Rakyat Republik (CHP) Turki dan calon Presiden Kemal Kilicdaroglu. (AFP/YASIN AKGUL)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin partai oposisi utama Turki, Kemal Kilicdaroglu, dipastikan maju dalam pemilihan presiden Turki yang bakal digelar pada 14 Mei.
Politisi sosial demokrat itu didukung oleh lima partai yang tergabung dalam National Alliance atau Aliansi Nasional, untuk melawan presiden petahana, Recep Tayyip Erdogan.
Siapa Kemal Kilicdaroglu?
Dilansir dari Al Jazeera, Kemal Kilicdaroglu lahir pada tahun 1948 di timur kota Tunceli, sebagai satu dari tujuh anak dalam keluarga penganut aliran Islam minoritas Alevi.
Dia lulus dari Ankara Academy of Economics and Commercial Sciences (sekarang Gazi University) di ibu kota Turki, dengan gelar ekonomi.
Pria berusia 74 tahun ini punya pengalaman di bidang keuangan dan ekonomi, seperti di Kementerian Keuangan tahun 1990-an, Direktur Jenderal Pendapatan, dan dua badan jaminan nasional. Dia juga sempat menjadi anggota dewan dari Turkey is Bank.
Kilicdaroglu memulai kariernya di bidang politik sebagai wakil Republican People's Party (CHP) dari Istanbul dalam pemilihan umum 2002. Dia terpilih kembali pada tahun 2007 dan menjabat sebagai wakil ketua kelompok parlemen Partai CHP di bawah Deniz Baykal.
Setelah pengunduran diri Baykal, Kilicdaroglu pun menggantikan posisinya dan memimpin CHP dalam konvensi partai pada Mei 2010. Setelah itu, ia menjabat sebagai pemimpin Partai CHP.
Partai Kilicdaroglu terus menerus mengalami kekalahan dalam semua pemilu melawan Justice and Development Party atau Partai AK pimpinan Erdogan sejak saat itu.
Kesuksesan CHP dan sekutunya yang paling signifikan adalah dalam pemilu lokal 2019, saat partai tersebut memenangkan pemilihan walikota di lima dari enam provinsi terbesar di Turki termasuk Ankara dan Istanbul.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Erdogan vs Kilicdaroglu
Kilicdaroglu adalah seorang ekonom, yang dikenal para pendukungnya sebagai politikus bersih dan memperjuangkan nilai-nilai sekuler.
Sementara Erdogan, yang telah memimpin Turki selama 20 tahun terakhir, adalah seorang orator dan pemimpin Muslim dengan partainya yang berakat dalam politik Islam.
Pengamat dari Universitas Kadir Has Istanbul, Soli Ozel, mengatakan perbedaan kontras antara Kilicdaroglu dan Erdogan sangat jelas.
"Kilicdaroglu adalah sosok yang tidak dikenal karena kepribadiannya yang karismatik, tapi dia pekerja keras. Dia juga berjanji kepada Turki tentang masa depan yang lebih tenang, dan berjanji untuk memberantas korupsi," ungkap Ozel, dikutip dari NPR.
Mengenai masalah internasional, para analis mengatakan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa kemungkinan akan menganggap Kilicdaroglu sebagai mitra yang lebih 'mudah untuk ditangani'.
Tidak hanya mewakili Partai CHP, Kilicdaroglu juga adalah kandidat yang iusung oleh setengah lusin partai yang dikenal sebagai Table Six atau Nation Alliance.
Koalisi tersebut mencakup partai-partai sayap kiri, tengah, dan kanan politik Turki, yang tak sepaham dengan Erdogan terkait berbagai isu.
Ketua lembaga think tank Turki, Center for Economics and Foreign Policy Studies, Sinan Ulgen, menyebut koalisi bersatu yang mengajukan Kilicdaroglu sebagai satu-satunya kandidat adalah 'peristiwa luar biasa' dalam sejarah politik Turki.
"Satu kegagalan besar mengapa oposisi tidak dapat menggeser Erdogan di masa lalu adalah kegagalan untuk bertindak satu suara. Kali ini, oposisi telah mampu membentuk koalisi besar yang mencakup enam partai politik," kata Ulgen.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin partai oposisi utama Turki, Kemal Kilicdaroglu, dipastikan maju dalam pemilihan presiden Turki yang bakal digelar pada 14 Mei.
Politisi sosial demokrat itu didukung oleh lima partai yang tergabung dalam National Alliance atau Aliansi Nasional, untuk melawan presiden petahana, Recep Tayyip Erdogan.
Siapa Kemal Kilicdaroglu?
Dilansir dari Al Jazeera, Kemal Kilicdaroglu lahir pada tahun 1948 di timur kota Tunceli, sebagai satu dari tujuh anak dalam keluarga penganut aliran Islam minoritas Alevi.
Dia lulus dari Ankara Academy of Economics and Commercial Sciences (sekarang Gazi University) di ibu kota Turki, dengan gelar ekonomi.
Pria berusia 74 tahun ini punya pengalaman di bidang keuangan dan ekonomi, seperti di Kementerian Keuangan tahun 1990-an, Direktur Jenderal Pendapatan, dan dua badan jaminan nasional. Dia juga sempat menjadi anggota dewan dari Turkey is Bank.
Kilicdaroglu memulai kariernya di bidang politik sebagai wakil Republican People's Party (CHP) dari Istanbul dalam pemilihan umum 2002. Dia terpilih kembali pada tahun 2007 dan menjabat sebagai wakil ketua kelompok parlemen Partai CHP di bawah Deniz Baykal.
Setelah pengunduran diri Baykal, Kilicdaroglu pun menggantikan posisinya dan memimpin CHP dalam konvensi partai pada Mei 2010. Setelah itu, ia menjabat sebagai pemimpin Partai CHP.
Partai Kilicdaroglu terus menerus mengalami kekalahan dalam semua pemilu melawan Justice and Development Party atau Partai AK pimpinan Erdogan sejak saat itu.
Kesuksesan CHP dan sekutunya yang paling signifikan adalah dalam pemilu lokal 2019, saat partai tersebut memenangkan pemilihan walikota di lima dari enam provinsi terbesar di Turki termasuk Ankara dan Istanbul.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Kemal Kilicdaroglu, Pemimpin Oposisi Rival Erdogan di Pemilu Turki
Ketua Partai Rakyat Republik (CHP) Turki dan calon Presiden Kemal Kilicdaroglu. Foto: REUTERS/MURAD SEZER
Erdogan vs Kilicdaroglu
Kilicdaroglu adalah seorang ekonom, yang dikenal para pendukungnya sebagai politikus bersih dan memperjuangkan nilai-nilai sekuler.
Sementara Erdogan, yang telah memimpin Turki selama 20 tahun terakhir, adalah seorang orator dan pemimpin Muslim dengan partainya yang berakat dalam politik Islam.
Pengamat dari Universitas Kadir Has Istanbul, Soli Ozel, mengatakan perbedaan kontras antara Kilicdaroglu dan Erdogan sangat jelas.
"Kilicdaroglu adalah sosok yang tidak dikenal karena kepribadiannya yang karismatik, tapi dia pekerja keras. Dia juga berjanji kepada Turki tentang masa depan yang lebih tenang, dan berjanji untuk memberantas korupsi," ungkap Ozel, dikutip dari NPR.
Mengenai masalah internasional, para analis mengatakan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa kemungkinan akan menganggap Kilicdaroglu sebagai mitra yang lebih 'mudah untuk ditangani'.
Tidak hanya mewakili Partai CHP, Kilicdaroglu juga adalah kandidat yang iusung oleh setengah lusin partai yang dikenal sebagai Table Six atau Nation Alliance.
Koalisi tersebut mencakup partai-partai sayap kiri, tengah, dan kanan politik Turki, yang tak sepaham dengan Erdogan terkait berbagai isu.
Ketua lembaga think tank Turki, Center for Economics and Foreign Policy Studies, Sinan Ulgen, menyebut koalisi bersatu yang mengajukan Kilicdaroglu sebagai satu-satunya kandidat adalah 'peristiwa luar biasa' dalam sejarah politik Turki.
"Satu kegagalan besar mengapa oposisi tidak dapat menggeser Erdogan di masa lalu adalah kegagalan untuk bertindak satu suara. Kali ini, oposisi telah mampu membentuk koalisi besar yang mencakup enam partai politik," kata Ulgen.