Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel Bermúdez, mengecam keras serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.
Melalui pernyataan resminya, ia menyebut aksi AS tersebut sebagai "serangan kriminal."
Díaz-Canel mendesak komunitas internasional untuk segera bersuara dan mengutuk tindakan Washington yang ia kategorikan sebagai bentuk terorisme terhadap kedaulatan negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kuba mengecam serangan kriminal oleh AS terhadap Venezuela," tulis Díaz-Canel dalam unggahan di akun media sosial X pribadinya, seperti dilansir CBS News.
Dia juga menyerukan urgensi bagi dunia internasional untuk mengutuk apa yang ia gambarkan sebagai "Terorisme Negara terhadap rakyat Venezuela yang pemberani dan terhadap Amerika Kita (Our America)."
Pernyataan Presiden Kuba mempertegas posisi Havana sebagai sekutu terdekat Venezuela di kawasan Amerika Latin. Penggunaan istilah "Amerika Kita" merujuk pada visi persatuan Amerika Latin yang bebas dari intervensi kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat.
Kecaman dari Kuba ini muncul menyusul pernyataan serupa dari Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang sebelumnya telah meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan pertemuan darurat guna membahas serangan udara AS ke ibu kota Venezuela, Caracas.
Eskalasi ini diprediksi akan memicu perpecahan mendalam di kawasan tersebut, di mana negara-negara sekutu Venezuela mulai merapatkan barisan menentang tindakan militer yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Konfirmasi dari pejabat AS terkait serangan ke Cacaras muncul tak lama setelah laporan mengenai ledakan hebat dan suara pesawat yang terbang rendah mulai membanjiri ibu kota Venezuela itu, pada Sabtu (3/1) pagi waktu setempat.
Serangan langsung ke tanah Venezuela ini menandai titik terendah dalam hubungan kedua negara setelah berbulan-bulan Washington menerapkan kampanye tekanan militer dan sanksi ekonomi terhadap rezim Presiden Nicolas Maduro.
(wiw)