Mengapa AS Selalu Mau Ikut Campur Urusan Negara Lain? Ini Doktrinnya

CNN Indonesia
Minggu, 04 Jan 2026 21:30 WIB
Kapal induk AS USS Gerald R Ford di dekat perairan Venezuela. (Getty Images via AFP/U.S. NAVY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dalam setiap gejolak di berbagai negara, hampir dipastikan Amerika Serikat ikut campur.

Terbaru AS melalui perintah Presiden Donald Trump menyerang Venezuela untuk menjatuhkan rezim Presiden Nicolas Maduro.

Maduro dan istri, Cilia Flores, ditangkap pasukan elite Delta Force di kediamannya di Kota Caracas beberapa saat setelah kota itu dibombardir pada Sabtu (3/1).

Begitu pula dalam kasus Israel serang Gaza, perang Rusia-Ukraina dan demo di Iran.

Sudah lama Amerika selalu cawe-cawe terhadap kepentingan negara lain. Bahkan ada sebutan "Polisi Dunia" (Global Policeman).

Berikut doktrinnya

Bukan tanpa alasan AS ingin intervensi berbagai kepentingan negara luar. Hal itu didasari oleh semangat perlindungan kepentingan AS dan dominasi politik.

Semangat ini dimulai pada pada tahun 1823, ketika Presiden AS James Monroe memproklamirkan sebuah doktrin, yang intinya menjanjikan perlindungan republik-republik muda Amerika Latin dari monarki-monarki Eropa lama. Doktrin ini kemudian dikenal dengan nama "Doktrin Monroe".

Laman Council on Foreign Relation (cfr.org) menuliskan, meskipun "Doktrin Monroe" saat ini tetap menjadi salah satu pernyataan utama kebijakan luar negeri AS, hanya sedikit orang yang melihatnya demikian pada saat itu.

Tidak ada yang menyebutnya sebagai "doktrin" hingga tahun 1852, dan tidak ada presiden yang menggunakannya hingga Grover Cleveland (Presiden AS ke 22 dan 24) melakukannya pada tahun 1895.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Roosevelt Mendefinisikan Kembali Doktrin Monroe


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :